MENCONTOH PRILAKU RASUL

Oleh : H. Sofian Efendi
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bulan ini adalah bulan Rabi’ul Awwal yang menurut Jumhur ‘Ulama merupakan bulan kelahiran Rasul SAW, sebagaimana dalam syair Maulid
ولد المشرف في ربع الاول
“Telah lahir Rasul yang mulia pada bulan Rabi’ul Awwal”
Menjadi dasar sebagian ulama berpendapat lahirnya Rasul dibulan ini.
Esensi memperingati adalah bagaimana ummat Islam mensyukuri kelahiran ustazdul ‘Alam( pembimbing alam) dalam kapasitasnya sebagai rahmat Allah yang dihadiahkan untuk ummatnya sebagaimana dalam sebuah haditsnya
يا ايها الناس،انما انا رحمة مهدى
“wahai sekalian manusia sesungguhnya aku adalah rahmat Allah yang dihadiahkan”.
Alhafidh Ibnu Hajar mengatakan “memperingati maulid Nabi merupakan wujud kebersyukuran atas nikmat yang luar biasa dari Allah ta’ala”
Karena bagaimana mungkin kita menanamkan kecintaan yang mendalam kepada baginda Nabi, kalau tidak mengetahui sosok pribadi beliau yang penuh dengan keteladanan yang agung, bahkan oleh Allah diabadikan dalam Qur’an
و انك لعلى خلق عظيم
“sungguh pada dirimu (Muhammad) terdapat akhlak/budi pekerti yang mulia”
Dengan memperingati kelahirannya berikut pembacaan sejarah/ kisah kehidupannya maka akan semakin menumbuhkan rasa cinta kita kepada beliau.
Mencontoh perilaku Rasul tidak hanya dalam hal mu’amalah (keserasian hubungan dengan sesama makhluk) namun juga meliputi keharmonisan hubungan dengan sang Khaliq (Allah yang maha mencipta), dengan menjadikan-Nya satu-satunya tempat meminta, berharap, dan menggantungkan harapan.
Juga mengikuti ajaran sunnahnya yang sangat berharga untuk keselamatan kehidupan dunia lebih-lebih diakhirat.
Setidaknya ada 3(tiga) investasi berharga yang paling utama yang apabila kita tanamkan dalam kehidupan dunia maka akan memetik hasilnya kelak diakhirat, sebagaimana pesannya :
ليتخذ احدكم قلبا شاكرا و لسانا ذاكرا وزوجة مؤمنة تعين احدكم على امر الاخرة
“Hendaklah salah seorang dari kalian mengambil simpanan paling berharga berupa hati yang bersyukur, lisan yang berdzikir, dan istri/ pendamping beriman, yang menolong kalian dalam urusan akhirat”.(HR.Ibnu Majah)
Memang jika hati kita selalu bersyukur maka akan ridha dengan semua ketetapan dan pemberian-Nya, sehingga hati dan kehidupan kita tenang jauh dari permusuhan
الا بذكر الله تطمئن القلوب
” Ketahuilah dengan banyak berdzikir kepada Allah hatimu menjadi lebih tenang”(QS Ar-Ra’du:28).
Yang kedua lisan yang selalu berdzikir/ingat kepada Allah juga akan membuat kita lebih diingat-Nya sebagaimana dalam firman Allah :
فاذكروني اذكركم واشكر ولي ولا تكفرون
“maka ingatlah kamu kepada ku niscaya aku akan ingat pula padamu, bersyukur lah dan jangan kamu mengingkari nikmat ku (QS.Al-Baqarah:152)
Yang ketiga istri/pendamping yang beriman tentunya juga akan menuntun kita kesyurganya Allah SWT, karena hakikatnya orang yang beriman itu dia tidak hanya mencari keselamatan untuk dirinya tapi juga untuk keluarganya, Wallahu A’lam.
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.