Resmi Terakreditasi Unggul, Prodi PAI Unikarta Catat Capaian Membanggakan

Prodi S1 PAI Unikarta Raih Akreditasi Unggul, Kebanggaan bagi Keluarga Besar FAI

Tenggarong — Kabar membanggakan datang dari Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Kutai Kartanegara Tenggarong. Prodi PAI berhasil meraih akreditasi Unggul berdasarkan Surat Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) Nomor 2089/SK/LAMDIK/Ak/S/IX/2026.

Keluarga besar FAI Unikarta menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas pencapaian tersebut. Melalui publikasi ucapan selamat, fakultas turut menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama seluruh civitas akademika yang mendukung perjalanan program studi.

Raihan ini menjadi kabar baik setelah Prodi PAI menjalani asesmen lapangan pada 4–5 September 2026 di Ruang Rapat Rektorat Unikarta. Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag. dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel dan Prof. Dr. Suyadi, S.Pd.I., M.Pd.I. dari Universitas Ahmad Dahlan sebagai asesor.

Predikat Unggul membawa kebanggaan sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga kualitas pendidikan. Bagi Prodi PAI, capaian ini diharapkan menjadi dorongan untuk memperkuat pembelajaran, meningkatkan pelayanan akademik, dan memperluas manfaat keilmuan bagi masyarakat.

Harapan tersebut sejalan dengan visi Prodi PAI yang menekankan penguatan kompetensi pembelajaran Al-Qur’an, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta pendidikan yang memperhatikan kearifan lokal dan kebutuhan masyarakat. Arah ini menjadi pegangan dalam melanjutkan pengembangan program studi setelah memperoleh akreditasi Unggul.

Semangat kebersamaan yang mengiringi pencapaian ini diharapkan terus terjaga. Sebagaimana pesan dalam publikasi ucapan selamat FAI Unikarta, keberhasilan tersebut diharapkan dapat memperkuat mutu pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

 

Mr

Sosialisasi Visi Misi Program Studi Pendidikan Agama Islam Unikarta 2026-2030

Sosialisasi Visi dan Misi Prodi PAI Unikarta 2026–2030, Perkuat Keselarasan dengan Arah Pengembangan Fakultas

Tenggarong, 12 September 2026 — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Agama Islam, Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menyelenggarakan Sosialisasi Visi dan Misi Program Studi Periode 2022–2026 di Ruang Rapat Rektorat Universitas Kutai Kartanegara. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Taufikur Rohman, M.Pd. sebagai narasumber dan dihadiri sekitar 63 peserta.

Kegiatan sosialisasi menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai arah pengembangan program studi serta keterkaitannya dengan visi dan misi Fakultas Agama Islam. Keselarasan tersebut penting agar kegiatan akademik dan pelayanan pendidikan mendukung tujuan kelembagaan secara terarah dan berkelanjutan.

Fakultas Agama Islam Unikarta memiliki visi, “Menjadi Fakultas Agama Islam yang unggul dan berdaya saing melalui penguatan nilai-nilai Islam, mutu akademik, dan pemanfaatan teknologi.” Visi ini menjadi landasan bagi pengembangan program studi di lingkungan fakultas, termasuk

Pendidikan Agama Islam, dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman.

Sejalan dengan visi tersebut, salah satu misi fakultas adalah menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang berkualitas, humanis, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Dalam konteks Prodi PAI, arah ini menjadi dasar untuk mengembangkan pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan mahasiswa, menjunjung nilai kemanusiaan, serta merespons perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pengembangan budaya riset dan publikasi ilmiah yang produktif dan berdampak juga menjadi bagian penting dari misi fakultas. Arah ini memberikan landasan bagi penguatan kegiatan penelitian di lingkungan Prodi PAI agar hasil pengembangan keilmuan dapat mendukung kualitas pembelajaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada aspek kelembagaan, fakultas menekankan tata kelola yang profesional, transparan, dan melayani. Prinsip tersebut menjadi acuan dalam membangun layanan akademik yang bertanggung jawab dan responsif terhadap kebutuhan sivitas akademika. Penguatan kemitraan strategis dengan sekolah, pesantren, pemerintah, dan masyarakat turut menjadi bagian dari upaya memperluas kerja sama pendidikan serta kontribusi perguruan tinggi.

Seluruh arah pengembangan tersebut bertumpu pada nilai-nilai utama Fakultas Agama Islam, yaitu Amanah, Kolaboratif, Profesional, Inovatif, dan Berhidmat untuk Umat. Nilai-nilai ini diharapkan dapat tercermin dalam pelaksanaan tugas, kerja sama, pengembangan pembelajaran, serta pelayanan kepada masyarakat di lingkungan Prodi PAI.

Melalui sosialisasi yang diikuti sekitar 63 peserta ini, diharapkan tumbuh pemahaman dan komitmen bersama untuk menerapkan visi dan misi dalam kegiatan akademik sehari-hari. Keselarasan antara pengembangan Prodi PAI dan arah kebijakan fakultas diharapkan mampu mendukung terwujudnya pendidikan Islam yang bermutu, berdaya saing, dan bermanfaat bagi umat.

Mr

Asesmen Lapangan Prodi PAI Unikarta, Langkah Menuju Peningkatan Mutu Pendidikan

Prodi PAI Unikarta Jalani Asesmen Lapangan, Perkuat Kualitas Pendidikan

Tenggarong — Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menjalani asesmen lapangan akreditasi pada 4–5 September 2026. Kegiatan selama dua hari ini berlangsung di Ruang Rapat Rektorat Unikarta.

Dua asesor hadir dalam kegiatan tersebut, yaitu Prof. Dr. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag. dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel dan Prof. Dr. Suyadi, S.Pd.I., M.Pd.I. dari Universitas Ahmad Dahlan. Keduanya melakukan penilaian terhadap penyelenggaraan pendidikan di Prodi PAI.

Asesmen Lapangan menjadi kesempatan bagi program studi untuk meninjau pengelolaan dan kegiatan akademik yang telah berjalan. Melalui proses ini, program studi dapat melihat bagian yang sudah baik sekaligus mengenali hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

Langkah tersebut sejalan dengan visi FAI Unikarta untuk menjadi fakultas yang unggul dan berdaya saing dengan bertumpu pada nilai-nilai Islam, mutu akademik, dan pemanfaatan teknologi. Visi ini menjadi acuan bagi Prodi PAI dalam mengembangkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan masyarakat.

Arah pengembangan itu mencakup pembelajaran yang berkualitas, humanis, dan mengikuti kebutuhan zaman. Fakultas juga menempatkan riset, publikasi ilmiah, serta pengelolaan yang profesional dan transparan sebagai bagian penting dalam mendukung kemajuan program studi.

Masukan dari asesmen ini diharapkan dapat membantu Prodi PAI menentukan langkah perbaikan yang lebih terarah. Hasil evaluasi dapat digunakan untuk mempertahankan praktik yang sudah berjalan baik dan membenahi layanan yang belum optimal.

Dengan adanya asesmen lapangan ini, upaya menjaga kualitas pendidikan diharapkan terus berlanjut dalam kegiatan sehari-hari, baik melalui pembelajaran, pengelolaan program studi, maupun pelayanan kepada mahasiswa.

Mr

FAI Unikarta Yudisiumkan 77 Mahasiswa, Habib Zainuri Ajak Alumni Bersama Majukan Almamater

77 Mahasiswa Ikuti Yudisium FAI Unikarta, Alumni Diajak Berkontribusi bagi Kemajuan Fakultas

Tenggarong — Pesan untuk mengamalkan ilmu dan menjaga hubungan dengan almamater mewarnai Yudisium ke-39 Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Kutai Kartanegara pada Senin (24/8/2026) tersebut diikuti 77 mahasiswa yang telah menuntaskan pendidikan.

Dekan FAI Unikarta, Habib Zainuri, mengharapkan para lulusan membawa bekal perkuliahan ke dalam kehidupan profesional. Pengetahuan akademik, menurutnya, perlu diiringi pemanfaatan pengalaman yang diperoleh melalui organisasi dan kegiatan kemahasiswaan.

Bekal tersebut diharapkan membantu lulusan menjalankan peran di dunia kerja sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, selesainya pendidikan menjadi awal untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah dibangun selama berada di kampus.

Dekan FAI Unikarta, Habib Zainuri juga mengajak para lulusan untuk tetap terhubung dengan fakultas. Status sebagai alumni membuka ruang bagi mereka untuk ikut mendukung pengembangan almamater melalui hubungan dan kerja sama yang berkelanjutan.

Dekan menekankan bahwa kemajuan fakultas membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Dosen dan pengelola fakultas memerlukan dukungan mahasiswa, alumni, serta mitra untuk bersama-sama mengembangkan lembaga. Karena itu, silaturahmi dengan lulusan diharapkan terus terpelihara setelah masa studi berakhir.

 Yudisium kali ini juga menghadirkan penyerahan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) secara langsung kepada lulusan. Menurut Dekan FAI Unikarta, Habib Zainuri, FAI menjadi fakultas pertama di lingkungan Unikarta yang menyerahkan dokumen tersebut dalam rangkaian prosesi yudisium.

SKPI memuat informasi mengenai prestasi dan penghargaan mahasiswa selama menempuh pendidikan. Catatan di dalamnya mencerminkan capaian masing-masing lulusan sehingga dapat berbeda antara satu mahasiswa dan mahasiswa lainnya.

Keberadaan dokumen tersebut memberikan tambahan informasi di luar ijazah dan transkrip nilai. Saat mengajukan lamaran pekerjaan, lulusan dapat memanfaatkannya sebagai bukti pendukung atas capaian yang diraih selama kuliah.

Dari sisi penyelenggaraan, Dekan FAI Unikarta, Habib Zainuri menyampaikan bahwa kegiatan berjalan lancar berkat kerja sama tim di lingkungan FAI Unikarta. Koordinasi dan kekompakan panitia mendukung terlaksananya seluruh rangkaian acara tanpa hambatan berarti.

Melalui yudisium ini, FAI Unikarta melepas 77 lulusan dengan harapan agar mereka mampu menerapkan ilmu, mengembangkan potensi, dan tetap mengambil bagian dalam perjalanan almamater. Kontribusi alumni menjadi salah satu dukungan penting bagi keberlanjutan pengembangan fakultas.

Mr

Mahasiswi FAI Unikarta Semester 2 Antusias Dalami Dunia Kepenulisan, Gali Kiat Menjadi Penulis Hebat dari Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A

Kutai Kartanegara (12/05/2026) – Semangat literasi terus tumbuh di kalangan mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). Salah satunya ditunjukkan oleh mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam semester 2, Ade Indriani Wulandari, yang memiliki minat besar dalam dunia kepenulisan, khususnya menulis buku.

Dalam sebuah kesempatan dialog bersama narasumber Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A, Ade dengan penuh antusias mengajukan pertanyaan mengenai rahasia sukses menjadi seorang penulis. Ia bertanya, “Bagaimana kiat-kiat menjadi penulis hebat?”

minebit może oferować graczom różne rodzaje gier kasynowych, od prostych automatów po sloty z funkcjami specjalnymi. Katalog może obejmować także klasyczne gry stołowe. Bonusy kasynowe, free spiny oraz promocje od depozytu mogą stanowić dodatkową część oferty i być powiązane z wymaganiami dotyczącymi obrotu.

tortuga fr peut réunir plusieurs catégories de jeux de casino destinées aux joueurs francophones. Machines à sous, roulette, blackjack et autres jeux de table peuvent constituer l’essentiel de l’offre. Des bonus de bienvenue, tours gratuits et promotions de dépôt peuvent apporter des options supplémentaires sous certaines conditions.

Net als een spannende film die je op het puntje van je stoel houdt, biedt een casino met live dealers een unieke ervaring die het gokken naar een hoger niveau tilt. Spelers kunnen genieten van real-time interactie, wat de spanning vergroot en het gevoel van een echt casino nabootst. Voor diegenen die op zoek zijn naar veilige en betrouwbare platforms, zijn er tal van opties beschikbaar, inclusief https://betanonl.net/ die goed gelicentieerd zijn.

Terwijl hij zijn ogen op de rollen richt, voelt hij de spanning stijgen. In de wereld van online kansspelen zijn veilige uitbetalingen en licentievoorwaarden cruciaal voor een zorgeloze ervaring. Het kiezen van een betrouwbaar casino is essentieel, vooral wanneer je speelt voor echte geldprijzenhttps://sevencasinosnl.net/.

Als een schilder met een palet vol kleuren, bieden online casino’s spelers een unieke ervaring met spannende gokkasten en royale bonussen. Deze platforms zijn niet alleen leuk, maar ook veilig, met snelle en betrouwbare uitbetalingen voor echte winsten. Ontdek de mogelijkheden en voordelen van een licentie voor een spelen bij Winnitt casino waar de kansen in jouw voordeel kunnen werken.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A memberikan motivasi sekaligus sejumlah langkah penting bagi siapa saja yang ingin menekuni dunia kepenulisan.

Menurut beliau, terdapat beberapa syarat utama untuk menjadi penulis yang hebat. Pertama, seseorang harus rajin membaca buku, karena dari membaca akan lahir wawasan yang luas serta ide-ide baru dalam menulis.

Kedua, seorang penulis harus sensitif terhadap lingkungan sekitar. Hal-hal sederhana yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi inspirasi tulisan yang bernilai.

Ketiga, dibutuhkan konsentrasi agar penulis mampu menuangkan gagasan secara fokus dan terarah dalam setiap karya yang dibuat.

Keempat, seorang penulis harus memiliki sikap istikomah, konsisten, dan terus menerus menulis. Beliau juga menegaskan agar jangan pernah merasa rendah diri atau menganggap tulisan sendiri jelek, karena kemampuan menulis akan berkembang melalui proses yang panjang.

Kelima, menulis harus dijadikan sebagai passion, yakni sesuatu yang menghadirkan gairah dan rasa senang. Ketika menulis dilakukan dengan hati yang bahagia, maka proses berkarya akan terasa lebih ringan dan menyenangkan.

Ketertarikan Ade Indriani Wulandari terhadap dunia literasi menjadi contoh positif bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri di bidang akademik maupun non-akademik. Semangat belajar dan keberaniannya bertanya diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa FAI Unikarta lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi.

Zy

Ketua Prodi Ekonomi Syariah Unikarta Hadiri Penandatanganan Komitmen Bersama di Kaltim Halal Festival 2026

Samarinda (10/05/2026) – Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Kutai Kartanegara turut ambil bagian dalam kegiatan Flagship Seminar Ekonomi dan Keuangan Syariah Kaltim Halal Festival (KalaFest) 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Kalimantan Timur, pada Minggu (10/5/2026) di Aula Maratua Lt. 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur.

Kegiatan ini mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital di Kalimantan Timur.”

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Kutai Kartanegara, Santi Eka Panasiah, M.E., hadir bersama mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah untuk mengikuti seminar sekaligus melakukan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Timur.

Penandatanganan komitmen ini menjadi simbol sinergi antara perguruan tinggi, lembaga keuangan, pemerintah, serta berbagai stakeholder dalam mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan di daerah.

Santi Eka Panasiah menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan langkah positif untuk memberikan pengalaman langsung mengenai perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mampu melihat secara langsung bagaimana kolaborasi antar lembaga dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Kutai Kartanegara menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan literasi, edukasi, serta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Timur

Zy

Prodi Ekonomi Syariah FAI Unikarta Ikuti Penandatanganan Perluasan Literasi Wakaf pada KalaFest 2026

Samarinda (08/05/2026) — Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara turut berpartisipasi dalam prosesi penandatanganan simbolis perluasan literasi wakaf pada kegiatan Opening Ceremony Kalimantan Halal Festival atau KalaFest Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 8 Mei 2026, bertempat di Islamic Center Samarinda.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Kalimantan Timur. KalaFest 2026 mengangkat tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital di Kalimantan Timur.”

Dalam kegiatan tersebut, Program Studi Ekonomi Syariah FAI Unikarta diwakili oleh Kaprodi Ekonomi Syariah, Santi Eka Panasiah. Kehadiran Prodi Ekonomi Syariah FAI Unikarta menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung penguatan literasi ekonomi syariah, khususnya pada aspek wakaf sebagai instrumen sosial-ekonomi umat.

Prosesi seremoni KalaFest 2026 memuat sejumlah agenda penting, di antaranya peluncuran program unggulan berupa website KDEKS, program unggulan wakaf, serta Gerakan Pangan Murah serentak se-Kalimantan Timur. Selain itu, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan dan penandatanganan simbolis berbagai program strategis pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Salah satu agenda utama dalam seremoni tersebut adalah penandatanganan terkait perluasan literasi wakaf yang melibatkan KNEKS, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Kanwil Kementerian Agama, Badan Wakaf Indonesia, dan perguruan tinggi. Keterlibatan perguruan tinggi dalam agenda ini diharapkan dapat memperkuat peran kampus sebagai pusat edukasi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang wakaf.

Melalui partisipasi ini, Program Studi Ekonomi Syariah FAI Unikarta menegaskan perannya dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Kalimantan Timur. Literasi wakaf tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai gerakan produktif yang dapat berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kegiatan KalaFest 2026 juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, perguruan tinggi, pelaku usaha, pesantren, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan. Sinergi tersebut menjadi penting dalam mendorong transformasi wakaf agar semakin dikenal, dipahami, dan dimanfaatkan secara produktif.

Dengan adanya penandatanganan perluasan literasi wakaf ini, Program Studi Ekonomi Syariah FAI Unikarta diharapkan dapat semakin aktif menghadirkan program edukasi, kajian, serta pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan wakaf dan ekonomi syariah. Langkah ini sekaligus menjadi kontribusi nyata FAI Unikarta dalam mendukung akselerasi ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Timur.

Zy

ANCIESE FAI Unikarta Diharapkan Mendorong Pendidikan Islam di Kukar Menghasilkan SDM Unggul

Tenggarong – Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten (Setda Kab) Kutai Kartanegara (Kukar) Ahyani Fadianur Diani menghadiri The Ist Annual Conference on Islamic Education and Sharia Economy (ANCIESE) 2025 Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Selasa (18/11) di Pendopo Wakil Bupati Kukar.

Hadir pada acara itu Unsur Forkopimda Kukar, Anggota DPRD Kukar, Organisasi Perangkat Daerah, Kemenag Kukar, Satgas BPJPH Kaltim, Perwakilan BI Kaltim,Keynote Speaker Prof. Dr. Eva Latipah, S.Ag., S.Psi., M.Si. (Ketua Umum PPPAII / Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Plenary Speaker Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Ag. (Pakar Kurikulum PAI / Guru Besar UIN Sultan AM. Idris Samarinda), Plenary Speaker Prof. Dr. Hj. Darmawati, M.Hum. (Pakar Ekonomi Syariah / Guru Besar UIN Sultan AM. Idris Samarinda), Rektor Unikarta Prof. Dr. Ir. Ince Raden, M.P beserta jajaran Rektorat, para Dekan, DMI Kukar, Kepala Sekolah Mitra FAI Unikarta, Perbankan dan organisasi mahasiswa serta undangan lainnya.

Pada acara itu juga dilakukan pengukuhan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal Unikarta, dan Ikatan Keluarga Alumni FAI Unikarta oleh Rektor Unikarta Prof Ince Raden disaksikan Asisten II Ahyani fadianur.

Ahyani menyampaikan sambutan Bupati dr Aulia Rahman Basri mengatakan Pemkab Kukar menyambut gembira kegiatan ini dan memberikan apresiasi kepada Unikarta, khususnya FAI yang telah sukses menginisiasi konferensi ilmiah ini.

Menurutnya, ANCIESE 2025 hadir untuk mewadahi pembahasan isu-isu aktual seputar Pendidikan Islam dan Ekonomi Syariah melalui paradigma pengetahuan yang integratif dan interdisipliner. Konferensi ini, diyakini akan menjadi forum strategis untuk mendorong sintesis antara ilmu-ilmu keislaman dengan ilmu-ilmu modern. Dengan mempertemukan para akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan, Saya sepakat bahwa forum ANCIESE ini berfungsi sebagai sarana curah gagasan, serta ide-ide yang solusional untuk menghasilkan temuan ilmiah yang aplikatif.

Di tengah era yang sarat dengan tantangan multidimensi, mulai dari disrupsi teknologi, pasar kerja yang dinamis, hingga tuntutan pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals), tema “Transforming the Paradigm of Islamic Education and Sharia Economy Towards 21st Century Global Competitiveness” hadir sebagai sebuah respons yang sangat relevan dan tepat waktu.

Maka betapa mendesaknya transformasi pada dua pilar utama. Pertama, Pendidikan Islam yang dituntut untuk melakukan reorientasi kurikulum; tujuannya tidak lagi sekadar membentuk insan berakhlak, tetapi juga melahirkan SDM unggul yang adaptif, melek digital, dan siap berkontribusi. Kedua, Ekonomi Syariah harus dipercepat implementasinya. Sistem ini perlu didorong sebagai solusi alternatif yang menawarkan keadilan, etika, dan resiliensi dalam menghadapi ketidakpastian finansial global.
Bagi Kukar sebagai kabupaten yang memegang posisi strategis menjadi mitra strategis Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, pembaruan pada kedua sektor ini bukanlah pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Hanya melalui transformasi inilah visi pembangunan daerah yang sejahtera dan berkeadilan dapat diwujudkan.

Ia menaruh harapan besar pada konferensi ini, diharakan menghasilkan rekomendasi strategis dan inovatif yang dapat diimplementasikan untuk memastikan bahwa Pendidikan Islam di Kukar mampu menghasilkan SDM unggul, dan Ekonomi Syariah dapat menjadi pilar yang bersifat tangguh, adil, dan berkontribusi nyata pada kesejahteraan global dan lokal.

“Saya turut mendoakan semoga forum intelektual ini berjalan lancar, produktif, dan mampu melahirkan jaringan kolaborasi riset baru serta kontribusi pemikiran yang bermanfaat bagi umat dan bangsa,” demikian ujrnya. (prokom04)

Sumber : Kukar PAPER

FAI Unikarta Dorong Pembaruan Kurikulum serta Integrasi Keilmuan Lewat Konferensi Pendidikan Islam dan Ekonomi Syariah

 Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) mendorong lahirnya rekomendasi strategis dari penyelenggaraan The First Annual Conference on Islamic Education and Sharia Economy yang digelar pada Selasa (18/11/2025).

Konferensi akademik perdana ini diharapkan memberi dampak nyata bagi reformasi kurikulum, penguatan kajian keilmuan, hingga pengembangan ekonomi syariah yang lebih aplikatif di tingkat masyarakat.

Hal itu disampaikan Dekan Fakultas Agama Islam Unikarta, Dr. H. Mubarak, dalam wawancara dengan media ini pada Rabu (19/11/2025).

Dia menekankan bahwa keluaran kegiatan ini tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga harus menghasilkan kebermanfaatan langsung bagi daerah dan masyarakat.

“Kontribusi keilmuan ini sejalan dengan harapan kita untuk membawa dampak positif, baik pada bidang pendidikan Islam maupun ekonomi syariah. Kita ingin ada jembatan yang memungkinkan ilmu yang berkembang di kampus ini bisa dikontribusikan langsung kepada masyarakat,” jelasnya.

Dr. H. Mubarak menyebut bahwa perkembangan teknologi digital harus menjadi arus utama perubahan dalam pendidikan Islam.

“Di era digital ini, sarana edukasi harus menyesuaikan. Termasuk penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran di pendidikan Islam,” ungkapnya.

Sementara di sektor ekonomi syariah, ia menegaskan perlunya kolaborasi dengan lembaga-lembaga pengembangan keuangan dan bisnis syariah.

“Kita ingin ada koneksi yang kuat antara kampus dengan pengembangan syariah. Harapannya ada benang merah yang bisa dikembangkan ke arah penguatan ekonomi syariah di masyarakat,” tambahnya.

Dr. H. Mubarak menyoroti pentingnya mengintegrasikan ilmu-ilmu keislaman dengan ilmu modern.

“Ilmu keislaman tidak boleh dianggap jenuh. Ilmu modern harus bisa berkontribusi dan bersatu dengan ilmu keislaman,” tegasnya.

Dia menjelaskan bahwa pasca konferensi, fakultas akan mendorong beberapa langkah strategis:

Pertama, di bidang pendidikan Islam: Reorientasi kurikulum berbasis local wisdom dan modernisasi metode ajar, penguatan materi belajar dan berkurang serta budaya Islam Kutai sebagai muatan lokal, serta tahun 2026, FAI akan mengajukan kurikulum baru untuk Prodi PAI sebagai bagian dari pembaharuan akademik.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam tidak hanya untuk kalangan muslim, tapi nilai-nilainya universal dan dapat diterapkan lebih luas,” jelasnya.

Kedua, di bidang Ekonomi Syariah: Pembentukan kemitraan strategis dengan instansi pemerintah, khususnya LPP3 dan lembaga penjaminan halal; dorongan implementasi standar halal dalam penyembelihan dan produk pangan, serta sosialisasi dan penguatan Prodi Ekonomi Syariah kepada publik karena masih baru berkembang.

Dr. H. Mubarak menyatakan bahwa perkembangan pendidikan agama Islam (PAI) dan ekonomi syariah di era digital menghadapi tantangan signifikan.

Namun, menurutnya, justru Islam menawarkan solusi substantif jika mampu dikembangkan secara adaptif, integratif, dan berbasis kolaborasi lintas sektor.

Menurut dia, terdapat perbedaan mendasar antara penerapan mata pelajaran PAI di sekolah umum dengan madrasah.

“Kalau di sekolah umum, PAI hanya satu mata pelajaran dan tidak boleh dibagi-bagi. Di madrasah, variannya lebih banyak sehingga pendalaman lebih luas dan fleksibel,” jelasnya.

Karena itu, menurut Dr. H. Mubarak, PAI perlu didorong agar tetap memiliki kekhasan di sekolah umum meskipun materi terbatas, sekaligus terus dikembangkan secara mendalam di madrasah. Integrasi digital juga menjadi elemen penting dalam pengajaran modern.

Dalam bidang ekonomi syariah, tantangan utama adalah kurangnya keterlibatan akademisi dalam praktik keuangan syariah.

“Bank-bank syariah lebih banyak dipahami dan dijalankan oleh praktisi perbankan. Akademisi belum banyak terlibat dalam pengembangan teknisnya,” katanya.

Ia menilai perlu jembatan kolaboratif antara akademisi, perbankan syariah, lembaga keuangan non-bank, dan lembaga zakat, termasuk pegadaian syariah.

“Ada lembaga seperti pegadaian syariah, BAZNAS, dan lainnya. Nilai-nilai Islam semestinya bisa menjangkau kebutuhan teknis masyarakat. Itu yang kita dorong ke depan,” tambahnya.

Dia mengungkapkan beberapa langkah strategis untuk penguatan pendidikan Islam dan ekonomi syariah:

Pertama, pendidikan Islam: Mendorong kekhasan PAI di sekolah umum agar tidak sekadar sebagai mata pelajaran pelengkap, pembaruan kurikulum berbasis nilai lokal dan digitalisasi pembelajaran, pengusulan kurikulum baru untuk Prodi PAI pada 2026, dan penegasan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam bersifat universal, tidak hanya untuk pemeluk agama Islam.

Kedua, Ekonomi Syariah: Penguatan kemitraan dengan instansi terkait, termasuk LP3, badan penjamin halal, dan lembaga keuangan syariah; pengenalan Prodi Ekonomi Syariah secara lebih luas, serta fokus pada penerapan langsung seperti sertifikasi halal dan standar penyembelihan syariah.

Dr. H. Mubarak memastikan konferensi tahun ini bukan akhir, tetapi awal pembentukan forum akademik berkelanjutan. Ke depan, FAI Unikarta ingin mendatangkan narasumber dari luar negeri secara langsung.

“Kemarin ada penulis prosiding dari Filipina dan negara lain, tapi baru sebatas kontribusi tulisan. Ke depan, kami berharap mereka bisa hadir sebagai pemateri utama,” ujarnya.

FAI Unikarta telah memiliki jaringan kerjasama internasional. Namun, Dr. H. Mubarak menyebut permasalahan pendanaan dan honorarium dolar masih menjadi tantangan utama. (*)

Sumber : Berita Alternatif

FAI Unikarta Gelar Konferensi Internasional ANCIESE 2025, Bahas Transformasi Pendidikan Islam dan Ekonomi Syariah di Era Digital

Tenggarong, (3/12/2025). Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara (FAI Unikarta) akan menggelar The 1st Annual Conference on Islamic Education and Sharia Economy (ANCIESE) pada 18 November 2025 di Pendopo Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Jalan Wolter Monginsidi, Tenggarong.

Konferensi ilmiah tahunan ini mengangkat tema Transforming the Paradigm of Islamic Education and Sharia Economy Towards 21st Century Global Competitiveness.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk merespons tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi, perkembangan kecerdasan buatan (AI), hingga isu keberlanjutan yang selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

Kondisi tersebut menuntut pendidikan Islam dan ekonomi syariah untuk bertransformasi dan menghadirkan solusi berbasis nilai-nilai Islam.

Ketua panitia, Mukmin menjelaskan, Revolusi Industri 4.0/5.0 dan perkembangan AI secara fundamental mengubah struktur sosial dan ekonomi.

“Pendidikan Islam dituntut melakukan reorientasi kurikulum agar relevan dengan kebutuhan masa kini—tidak hanya fokus pada keilmuan teologis, tetapi juga mengintegrasikan kompetensi digital dan keterampilan abad ke-21,” jelasnya kepada awak media Berita Alternatif pada Senin (17/11/2025).

Di bidang ekonomi syariah, lanjutnya, tantangan terbesar mencakup rendahnya literasi keuangan syariah, kurangnya SDM profesional, serta kebutuhan inovasi sistem untuk melampaui konsep islamic window dan benar-benar menerapkan prinsip Maqashid Syariah.

Ia menyebut ANCIESE 2025 hadir untuk mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan guna mendorong lahirnya gagasan baru, inovasi, dan rekomendasi strategis yang aplikatif.

Konferensi ini, jelas Mukmin, bertujuan menyediakan wadah ilmiah bagi mahasiswa, peneliti, dan akademisi di bidang Pendidikan Islam dan Ekonomi Syariah; mendorong kolaborasi riset lintas institusi; mengidentifikasi peluang integrasi nilai-nilai Islam dalam sistem pendidikan dan ekonomi kontemporer, serta menerbitkan prosiding ber-ISBN untuk artikel terpilih.

Adapun luaran kegiatan, sambungnya, mencakup terselenggaranya sesi pleno dan presentasi ilmiah berkualitas, peningkatan wawasan peserta, terbentuknya jejaring riset nasional dan internasional, hingga kontribusi rekomendasi strategis bagi sektor pendidikan Islam dan ekonomi syariah.

Konferensi ini membuka ruang diskusi untuk dua rumpun besar: Pertama, Pendidikan Islam: Kurikulum dan metodologi pembelajaran, inovasi teknologi pendidikan Islam (Edutech), manajemen lembaga pendidikan Islam, pendidikan karakter dan moderasi beragama, serta filsafat dan sejarah pendidikan Islam.

Kedua, Ekonomi Syariah: Transformasi perbankan syariah di era digital; fintech syariah, takaful, hingga pasar modal syariah; pemberdayaan ekonomi umat (ZISWAF); hukum dan tata kelola ekonomi syariah, serta ekonomi berkelanjutan perspektif syariah dan SDGs.

Sejumlah tokoh akademik terkemuka akan hadir, di antaranya Ketua Umum PPPAII, Prof. Dr. Eva Latipah (Keynote Speaker); Rektor Unikarta, Prof. Dr. Ir. Ince Raden (Welcoming Speaker); Guru Besar UINSI Samarinda, Prof. Dr. Muhammad Nasir; Guru Besar Ekonomi Syariah UINSI, Prof. Dr. Hj. Darmawati, dan Dekan FAI Unikarta, Dr. H. Mubarak.

Kegiatan akan dimulai pukul 07.30 WITA dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, pembacaan ayat suci Alquran, sambutan Rektor, keynote speech, dan sesi pleno hingga selesai.

Mukmin mengungkapkan bahwa konferensi terbuka bagi akademisi, dosen, peneliti, mahasiswa S1-S3, praktisi, profesional, serta masyarakat umum yang memiliki minat pada isu-isu pendidikan Islam dan ekonomi syariah.

“Pemakalah merupakan peneliti yang karya ilmiahnya lolos seleksi call for papers,” pungkasnya. (*)

Sumber :  Berita Alternatif