TENGGARONG – FAI Unikarta kembali menggelar Yudisium Periode 2 Tahun Akademik 2018/2019 (27/2/2019). Mahasiswa yang diyudisum sebanyak 51 orang dari Program Studi PAI. Hadir dalam perhelatan itu Rektor UIN Antasari Banjarmasin selaku Ketua Kopertais Wilayah XI Kalimantan Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A., Wakil Rektor I Unikarta Dr. Ir. Ince Raden, M.P., Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara selaku Ketua Umum IKAFAI Unikarta Supriadi, S.Pd.I, M.Pd. bersama Pembina IKAFAI H. Syahrun, S.Pd.I., Direktur TEC Kutai Kartanegara Ustaz Imam Wahyudi, S.Pd., beserta para Dosen FAI Unikarta, antara lain: Dr. Dra. Hj. Nuraini, M.Pd., Dr. K.H. Muh. Tang, S., S.Pd.I., M.Pd.I., beserta para dosen lainnya.

Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A.

Sidang Senat Terbuka FAI Unikarta dalam rangka Yudisium ini dilaksanakan di Gedung Pendopo Bupati Kutai Kartanegara dan dihadiri berbagai kalangan dari perwakilan fakultas di lingkungan Unikarta. Lulusan terbaik FAI Unikarta Muthmainnah, S.Pd. dengan IPK 3,87 mengatakan bahwa ilmu pengetahuan yang diperolehnya selama belajar di FAI Unikarta sangat bermanfaat, terlebih saat ini ia sudah memanfaatkan ilmu pengetahuan tersebut dengan menjadi tenaga pendidik di lembaga pendidikan formal. Pengalaman yang sangat menggembirakan baginya selama menempuh pendidikan di FAI Unikarta ialah ketika ia dinyatakan sebagai Guru Al Quran terstandar dengan menerima Sertifikat/Syahadah Guru Al Quran dari Pesantren Al Quran Nurul Falah Surabaya. 

Dekan FAI Unikarta H. Mubarak, S.Pd.I., M.Pd.I.,  dalam sambutannya mengatakan bahwa FAI Unikarta menyambut gembira para lulusan FAI Unikarta seraya mendoakan agar ilmu pengetahuan yang mereka peroleh selama menempuh pendidikan di FAI Unikarta dapat bermanfaat bagi masyarakat. Dekan FAI menegaskan bahwa di era disrupsi seperti sekarang ini diperlukan berbagai keahlian yang mampu mendukung kinerja seorang guru PAI, antara lain kemampuan untuk memanfaatkan berbagai media pembelajaran. “tantangan nyata bagi para lulusan FAI atau guru-guru agama Islam di era disrupsi ini adalah bagaimana para guru agama Islam mampu memanfaatkan media yang terkoneksi dengan gadget untuk menyukseskan pembelajaran PAI” katanya. Selain itu, Dekan FAI juga menekankan agar para lulusan FAI Unikarta mampu mengembangkan Pembelajaran Al Quran di masyarakat sebagai disiplin ilmunya.

Foto Bersama peserta Yudisium FAI Unikarta

Wakil Rektor I Unikarta Dr. Ir. Ince Raden, M.P. dalam sambutannya turut menyepakati pernyataan Dekan FAI sebelumnya, namun ia juga menegaskan agar para lulusan FAI Unikarta dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia juga mengingatkan bahwa  pendidikan adalah gerbang untuk menuju ke masa depan yang lebih baik meskipun tidak selalu diukur dengan ukuran finansial. Ia menyambut gembira bahwa inovasi pembelajaran di FAI Unikarta, salah satunya dengan pembelajaran Alquran telah memberikan dampak yang positif terhadap identitas pembelajaran dan kualitas hasil pembelajaran yang dimiliki oleh FAI Unikarta. Wakil Rektor I Unikarta juga berharap agar ke depannya, FAI Unikarta dapat terus mengembangkan program studi yang telah ada dan berupaya untuk membuka berbagai program studi baru di lingkungan Unikarta. Yudisium kali ini nampak istimewa dengan kehadiran Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A. selaku Rektor UIN Antasari Banjarmasin sekaligus Ketua Kopertais Wilayah XI Kalimantan. Orasi ilmiah yang bertema: “Pendidikan Islam Generasi Millenial” disampaikannya dengan lugas. Melalui retorikanya yang mumpuni, Prof. Mujib sangat mantap dalam menyisipkan pesan-pesan edukatif yang berbobot bagi para lulusan FAI Unikarta, sehingga dalam beberapa kesempatan decak kagum dan tepuk tangan audien menghiasi orasi ilmiah yang disampaikannya. Di penutup orasi ilmiahnya Prof. Mujib menyebutkan bahwa “Manusia diberi Tuhan kebebasan memilih antara yang baik dan yang buruk.  Manusia tetaplah sama, sejak zaman Adam hingga sekarang. Karena itu, mendidik manusia, termasuk generasi elektronik, generasi milenial, tetaplah berpijak pada nilai-nilai tertentu  yang  tidak  berubah,  meskipun  cara  dan penerapannya  mungkin berubah karena tuntutan perubahan sosial yang melatarbelakanginya. Nilai-nilai kejujuran, keadilan, musyawarah, kasih sayang, kepedulian hingga cinta ilmu dan belajar sepanjang hayat, adalah nilai-nilai yang harus tetap ditanamkan kepada manusia dalam proses pendidikan sepanjang masa. Yang membedakan antara satu era dengan era lainnya adalah cara menanamkannya dan wujud penerapannya” pungkasnya. (Mbr001)

Salah satu sasaran Fakultas Agama Islam Unikarta yang tercantum dalam dokumen rencana strategis adalah terwujudnya kualitas mahasiswa sebagai insan terdidik yang berkepedulian tinggi terhadap dinamika ilmu pengetahuan dan teknologi.

Hal tersebut diaplikasikan dengan melaksanakan program peningkatan mutu pembelajaran berbasis keterampilan dan kecakapan (skill and competency based learning) yang dibutuhkan oleh tuntutan profesi.

Salah satunya adalah dengan menyelenggarakan pelatihan Pembelajaran Higher Order Thinking Skills (Hots) Abad 21 Serta Penguatan Microteaching yang dilaksanakan di Pendopo Wakil bupati Kutai Kartanegara pada 14/1/2019, kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen Fakultas Agama Islam Unikarta.

Pelatihan Pembelajaran Higher Order Thinking Skills (Hots) Abad 21 serta Penguatan Microteaching, disampaikan oleh Dr. Hanafiah THS, M.Pd, beliau adalah Widyaiswara Madya pada Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Kalimantan Timur (LPMP).

Keterampilan berpikir tingkat tinggi atau High Order Thinking Skill (HOTS) adalah proses berfikir kompleks dalam menguraikan materi, membuat kesimpulan, membangun representasi, mengnalisis, dan membangun hubungan dengan melibatkan aktivitas mental yang paling dasar. (Resnick:987)

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), merupakan mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara.

Santiaji & Pelepasan Mahasiswa PPL
Santiaji & Pelepasan Mahasiswa PPL

PPL sebagai mata kuliah ditujukan untuk membekali dan memberikan pengalaman mengajar di sekolah/ madrasah kepada mahasiswa agar berlatih secara bertahap dan sistematis

Dalam menerapkan berbagai ilmu pengetahuan, wawasan, keterampilan, nilai, dan sikap sebagai pendidik sehingga terbentuk kemampuan profesionalnya selaku pendidik di sekolah/ madrasah.

PPL tahun akademik 2018/ 2019 ini diikuti oleh 146 orang mahasiswa yang tersebar di 36 SMA/ MA dan SMP/MTs di Kabupaten Kutai Kartanegara dan sekitarnya.

Demikian disampaikan Ketua Panitia bapak Adinata Rusmen Idris, S.Sos.I., M.Pd pada sambutannya.

Pelepasan dilakukan oleh Rektor Universitas Kutai Kartanegara bapak Erwinsyah, SE., M.Si., CLA di Pendopo Wakil Bupati Kutai Kartanegara pada 14/01/2019 kemarin.

Dalam sambutannya rektor Unikarta berpesan agar mahasiswa PPL memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.

PPL merupakan kesempatan emas bagi mahasiswa/i dalam mempraktikan pengetahuan, wawasan yang di dapat di bangku kuliah sebelum akhirnya nanti akan terjun kedunia pendidikan sebagai guru profesional.

Dan hal lain yang tidak kalah penting adalah PPL merupakan salah satu bentuk sosialisasi bagi calon mahasiswa/ i Unikarta.

Mahasiswa PPL adalah wajah dari kualitas pendidikan di program studi dan kampus secara umum

Oleh karenanya mahasiswa PPL diharapkan selama kegiatan PPL agar memberikan kesan terbaik bagi sekolah/ madrasah.

TENGGARONG – Penerimaan mahasiswa di Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) dalam rangkaian Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Tahun Akademik 2018/2019 kini telah berada di gelombang ketiga.

Dijadwalkan masa pendaftaran gelombang ketiga SPMB ini sejak tanggal 12 – 31 Juli 2018. Tes tertulis (dan wawancara) dilaksanakan tanggal 1 Agustus 2018, pengumuman hasil tes pada tanggal 4 Agustus 2018.

Dan Daftar Ulang dilaksanakan sejak tanggal 4-16 Agustus 2018. Sebelumnya, Unikarta telah menerima mahasiswa baru pada gelombang pertama dan kedua. (Lihat Jadwal Masa SPMB Unikarta disini)

Menyambut kedatangan mahasiswa baru di Kampus Unikarta, Dekan FAI Unikarta, H. Mubarak, S.Pd.I., M.Pd.I. mengucapkan selamat datang dan penuh suka cita.

Ahlan, wa Sahlan, wa Marhaban, bi Qudumikum

katanya dalam Bahasa Arab. “Kami, segenap pengelola FAI Unikarta, menyambut kedatangan anda di Unikarta, khususnya bagi calon mahasiswa FAI Unikarta” ucapnya lebih lanjut.

Dekan FAI Unikarta

Menurut Mubarak, FAI Unikarta sebagai salah satu fakultas di lingkungan Unikarta bertekad menyiapkan para mahasiswa sebagai generasi unggul di bidang pendidikan dan pengajaran agama Islam.

Selain itu, FAI Unikarta berupaya menghadirkan perkuliahan melalui aktivitas pembelajaran yang memadukan wawasan keagamaan Islam, teknologi dan informatika, serta keunggulan di bidang pendidikan Islam.

Insyaallah, pembelajaran yang dilaksanakan oleh para tenaga akademik di FAI Unikarta akan memberikan kesempatan kepada para mahasiswa dalam mengeksplorasi sumber daya dan keunggulan pribadinya masing-masing” katanya.

Direncanakan pembelajaran semester ganjil tahun akademik 2018/2019 akan dimulai di bulan September 2018. (Mbr001)

TENGGARONG – Pengurus baru Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam  Universitas Kutai Kartanegara (FAI Unikarta) baru-baru ini dilantik dan dikukuhkan (02/06/2018).

Hadir dalam prosesi tersebut, Rektor Unikarta, Erwinsyah, S.E., S.H., M.Si., CLA., Dekan FAI Unikarta, H. Mubarak, S.Pd.I., M.Pd.I., Ketua LPTQ Kabupaten Kutai Kartanegara, H.M. Arsyad, S.Sos., M.Si., dan Ketua TDA (Tangan Di Atas) Kutai Kartanegara Nur Kholis, S.T., M.T.

Bertempat di lantai utama gedung Rektorat Unikarta, pelantikan BEM FAI Unikarta ini menjadi momen peralihan estafet kepemimpinan dari Muhammad Alfahri (Ketua BEM FAI Periode 2017/2018) kepada Abdullah (Ketua BEM FAI Periode 2018/2019).

Penyerahan Alquran oleh Ketua LPTQ Kutai Kartanegara

Abdullah dalam sambutannya setelah dikukuhkan bertekad bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mengemban amanah selama setahun kepengurusan yang akan datang.

Sedangkan Ketua demisioner Alfahri mengatakan bahwa pengurus yang lama akan ikut membantu kendala-kendala yang dihadapi oleh pengurus baru BEM FAI Unikarta.

Dekan FAI dalam sambutannya mengharapkan agar kepengurusan BEM FAI yang baru dilantik ini dapat bersinergi dengan seluruh pihak, sekaligus menekankan kewirausahaan di tataran mahasiswa.

Kegiatan pelantikan ini, katanya, juga dirangkai dengan kerjasama kelembagaan antara FAI Unikarta dan Komunitas TDA Kutai Kartanegara, serta penyerahan Alquran dan Iqro oleh LPTQ Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pengurus BEM FAI Unikarta Periode 2018/2019

Ketua LPTQ Kutai Kartanegara, H.M. Arsyad, mewakili Plt Bupati Kutai Kartanegara, menekankan agar BEM FAI Unikarta ini berkembang jiwa kepemimpinannya yang dilandasi Alquran.

Oleh karenanya, LPTQ Kutai Kartanegara memberikan Alquran dan Iqro sebagai penguatan kapasitas diri mahasiswa Islam di Kutai Kartanegara.

Adapun Rektor Unikarta, Erwinsyah, merasa bangga atas pencapaian yang telah dilakukan oleh  FAI dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Pengurus BEM FAI Unikarta.

Ia berharap semangat kebersamaan yang telah terjalin dengan baik ini dapat berimplikasi kepada peningkatan mutu pendidikan di FAI Unikarta.

Kegiatan pelantikan ini dirangkai dengan Talk Show yang menghadirkan pemantik Nur Kholis, ST., MT.

Selaku pegiat bisnis di Kabupaten Kutai Kartanegara dan pemilik beberapa usaha yang terus berkembang di Indonesia. (Mbr001)

TENGGARONG – Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara (FAI Unikarta) kembali melaksanakan yudisium Periode I dan II Tahun Akademik 2017/2018 (12/05/2018). Yudisium ini diikuti oleh 45 orang mahasiswa dari angkatan 2011, 2012 dan 2013, dengan nilai IPK tertinggi sebesar 3,78 atas nama Nor Kholisyah, S.Pd. Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor Universtas Kutai Kartanegara Erwinsyah, S.E., S.H., M.Si., CLA, Ketua Yayasan Kutai Kartanegara Agus Setia Gunawan, S.Sos., M.Si., Ketua Umum IKAFAI Unikarta Supriadi, S.Pd.I., M.Pd., Pembina Alumni IKAFAI H. Syahrun, S.Pd.I. bersama undangan lainnya.

Yudisium Mahasiswa FAI Unikarta

Menurut Ketua Panitia Yudisium Adinata Rusmen Idris, S.Sos.I., M.Pd., pencapaian mahasiswa ini dilakukan secara tepat waktu dan tanpa kendala akademik. Ini merupakan pencapaian yang menggembirakan katanya. Dekan FAI Unikarta, H. Mubarak, S.Pd.I., M.Pd.I., dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Yudisiawan dan Yudisiawati yang telah dikukuhkan. Ia mengatakan bahwa Sarjana lulusan FAI Unikarta harus siap bersaing dalam era kompetisi seperti sekarang dengan kualitas akademik yang telah dimiliki selama menempuh pendidikan. Untuk kepentingan kerja lulusan FAI Unikarta harus memiliki skill atau keahlian agar dapat survive setelah lulus dari bangku perkuliahan. “Saya berharap, semoga pengetahuan yang dimiliki akan menghantarkan Bapak, Ibu dan Saudara-saudara sekalian menuju kesuksesan” pungkasnya.

Dilain pihak, Rektor Universitas Kutai Kartanegara, Erwinsyah, menyatakan kegembiraannya atas Yudisium FAI Unikarta. Dalam sambutannya Rektor menyambut baik lulusan FAI Unikarta ini sekaligus berpesan agar memiliki daya juang dalam menghadapi era kompetensi global. Rektor Unikarta juga menyampaikan rasa gembiranya karena banyak lulusan dari FAI Unikarta yang telah diterima bekerja diberbagai instansi pemerintahan maupun swasta. Dia juga menyampaikan terimakasihnya atas kepercayaan masyarakat untuk menyelesaikan pendidikan di Unikarta yang insyaallah akan terus berbenah menuju perbaikan. (Mbr001)

MELAK – FAI Unikarta kembali mengunjungi Kabupaten Kutai Barat dalam rangka School Visit ke MAN Melak yang beralamat di Jalan Islamic Center RT. 28 Melak Ulu, Kecamatan Melak (24/02/2018). Kunjungan kali ini bukan hanya formal melainkan spesial karena disertai langsung oleh Rektor Unikarta Erwinsyah, S.E., S.H., M.Si., CLA. dan Direktur Eksekutif TEC Kutai Kartanegara Ustaz Imam Wahyudi, S.Pd. selaku perwakilan Pesantren Alquran Nurul Falah Surabaya, mitra kerjasama FAI Unikarta.

Dekan FAI bersama Direktur TEC, Rektor Unikarta, dan Kepala MAN Melak

Rombongan FAI Unikarta diterima langsung oleh Kepala MAN Melak, H. Mohammad Yahya, S.Ag., bersama para guru dan siswa-siswi MAN Melak Kutai Barat. Yahya dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan Rektor Unikarta bersama rombongan dari Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara ke sekolahnya. Dia merasa bangga atas kunjungan Unikarta ke MAN Melak karena langsung dipimpin oleh pucuk pimpinan Unikarta. “Kunjungan Unikarta ini sangat istimewa bagi MAN Melak karena Pak Rektor langsung yang mengomando rombongan” katanya kepada audiens, yang seketika dibalas tepuk tangan para guru dan siswa-siswi MAN Melak. Dia berharap kunjungan ini akan terus berlanjut ke depannya karena para siswa-siswi MAN Melak ini adalah potensi SDM Kabupaten Kutai Barat. Yahya juga menyampaikan bahwa guru-guru Agama Islam di Kabupaten Kutai Barat pun perlu ditingkatkan SDMnya ke depan mengingat prospek pendidikan keagamaan Islam di Kabupaten Kutai Barat yang semakin baik. “Semoga Pak Erwin dapat mengupayakan hadirnya Unikarta di Kabupaten Kutai Barat” katanya.

Direktur TEC memberikan informasi sekaligus sampel pembelajaran Alquran Metode Tilawati

Di lain pihak, Rektor Unikarta Erwinsyah, S.E., S.H., M.Si., CLA., dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kesediaan Kepala MAN Melak, para guru dan siswa-siswi MAN Melak menerima kedatangan FAI Unikarta bersama rombongan. Dia menyampaikan bahwa kunjungan FAI Unikarta ini dalam rangka menjalin silaturahmi sekaligus mengenalkan Unikarta, khususnya FAI kepada para guru dan siswa-siswi MAN Melak. Dia menyebut bahwa potensi pendidikan di Kabupaten Kutai Barat ini sangat terbuka lebar, apalagi menopang pembangunan Kabupaten Kutai Barat. “Banyak bidang pembangunan yang perlu diisi oleh putera-puteri Kutai Barat sehingga pendidikan itu sangat penting bagi daerah ini” katanya. Erwin menyebutkan bahwa di Kabupaten Kutai Barat ini para alumni Unikarta telah banyak yang berkiprah, antara lain di pemerintahan dan di bidang pendidikan. “Banyak juga yang saat ini yang sedang menempuh pendidikan Pascasarjana (S2) di Kampus Unikarta” katanya. Erwin menegaskan bahwa menyahuti harapan Kepala MAN Melak, Unikarta berupaya bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat untuk memberikan akses pendidikan tinggi bagi putera-puteri Kabupaten Kutai Barat di kampusnya, terutama bagi siswa-siswi MAN Melak.

Antusiasme para guru dan siswa-siswi MAN Melak mengikuti School Visit FAI Unikarta

School visit ini juga diisi dengan penyampaian informasi oleh Dekan FAI Unikarta tentang Program Studi Pendidikan Agama Islam (Prodi PAI) yang terdapat di FAI Unikarta. Dekan FAI H. Mubarak, S.Pd.I., M.Pd.I., menyampaikan bahwa Prodi PAI telah terakreditasi B oleh BAN-PT sehingga bagi calon mahasiswa tidak perlu ragu untuk kuliah di FAI karena Prodinya telah terakreditasi. Dia juga menyampaikan bahwa FAI banyak bekerjasama dengan lembaga-lembaga lainnya untuk mengembangkan profesi yang akan disandang oleh calon lulusan, salah satunya adalah menjadi Guru Alquran yang profesional. “Banyak mahasiswa kami saat ini telah sukses menjadi pembelajar Alquran di sekolah-sekolah bahkan secara profit memperoleh pendapatan yang lumayan” katanya. Kerjasama dimaksud ialah kerjasama kemitraan antara FAI Unikarta dengan Pesantren Alquran Nurul Falah Surabaya yang saat ini telah masuk tahun ketiga sejak tahun 2015. Guna membuktikan kebenaran ucapannya, Mubarak mempersilahkan Direktur Eksekutif TEC Kutai Kartanegara (sebagai cabang Pesantren Alquran Nurul Falah Surabaya di Kabupaten Kutai Kartanegara) Ustaz Imam Wahyudi, S.Pd. untuk memberikan sampel Pembelajaran Alquran Metode Tilawati yang dilakukannya bersama tim TEC.

Direktur TEC Kutai Kartanegara, Imam Wahyudi memberikan sampel pembelajaran metode Tilawati dalam mengajar Alquran jilid 1-5 serta sampel membaca Alquran dengan Makhroj yang benar, Fashohah dan Teknik mengajarkan Alquran untuk PAUD. Ustaz Imam mengambil sampel empat orang siswa MAN Melak dengan kategori yang lancar mengaji dan yang kurang lancar mengaji, secara acak. Luar biasa, ternyata keempat siswa MAN Melak itu mampu mengikuti irama mengaji yang dicontohkan Ustaz Imam, dengan nada dasar Rost. Ketika dimintai keterangan oleh Ustaz Imam keempat siswa itu menjawab bahwa  belajar mengaji dengan Metode Tilawati sangat menyenangkan karena ada nadanya bukan hanya datar tetapi berirama.

Melihat Ustaz Imam Wahyudi, S.Pd. menyampaikan metodenya para guru dan siswa-siswi MAN Melak nampak antusias. Di akhir pertemuan, Kepala MAN Melak berharap agar keberadaan FAI Unikarta dan Metode Tilawati di MAN Melak dipatenkan oleh Rektor. “Semoga FAI Unikarta dan Metode Tilawati akan ke depannya akan segera terlibat dalam dinamika pendidikan bagi warga masyarakat di Kabupaten Kutai Barat” katanya. (Mbr001)

SAMARINDA – FAI Unikarta turut berpartisipasi dalam even internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam negeri (IAIN) Samarinda yaitu The Second (2nd) International Conference on Education and Islamic Culture (ICEISC) di Samarinda dengan tema “Revitalizing the Role of Islamic Higher Education Toward Cultural Transformation and Radicalism Prevention”(15/02/2018). Hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FAI H. Mubarak, S.Pd.I., M.Pd.I, Wakil Dekan I, H. Sofian Efendi, S.Ag., M.Pd., Ketua Program Studi PAI Adinata R. Idris, S.Sos.I., M.Pd. dan Bagian Kemahasiswaan Mukmin, S.Pd.I. Dekan FAI turut berpartisipasi sebagai Local Presenter dalam kegiatan tersebut dengan artikel berjudul “Wawasan Budaya Islam Lokal melalui Pembelajaran di PTKI (Tradisi Studi Islam Berkearifan Kultural).”

Kiri-Kanan: Adinata, Mukmin, Sopian, Mubarak

Mubarak dalam presentasinya mengatakan bahwa Islam secara esensial dibangun di atas pondasi yang sakral melalui keimanan, ibadah, moralitas, dan nilai-nilai. Menurutnya dalam penghayatannya ajaran Islam itu mewujud bersama interaksinya yang intens dalam praktik kehidupan suatu masyarakat di tempat, situasi, dan lingkungan yang berbeda-beda. Katanya,  melalui wujud inilah Islam hadir bersama-sama kebudayaan suatu masyarakat dan menjadi praktik yang profan sehingga termanifestasi menjadi budaya Islam lokal sebagai hasil akulturasi.

Mubarak mempresentasikan makalahnya di depan audiens

Dia juga mengatakan bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dituntut untuk menyebarluaskan ajaran dan nilai-nilai Islam melalui dunia pendidikan. PTKI menjadi wadah pengembangan mutu dan tradisi studi Islam yang menyeimbangkan kekuatan materi dan metode pembelajarannya. Mengupayakan budaya Islam lokal sebagai bagian dari tradisi studi Islam di PTKI adalah keniscayaan mengingat ajaran Islam bersama interaksinya di masyarakat akan terus berlangsung sebagaimana ajaran Islam itu yang selalu relevan sepanjang masa (al Islām şāliĥ likulli zamān wa makān). Dia menegaskan bahwa konsep ilmiah pengetahuan tentang budaya Islam lokal ini harus dibangun di atas pondasi yang kokoh secara filosofis dan epistemologis. Dimana dengan mengkaji budaya Islam lokal ini sebagai wawasan ilmu pengetahuan maka ia akan menjadi tradisi studi Islam yang berkearifan kultural, yang tentunya dapat ditinjau melalui pembelajaran di PTKI.

Salah satu bahan presentasi yang ditampilkan

Akhirnya, dia menyimpulkan bahwa: (1) Budaya Islam lokal sebagai wawasan berupaya menempatkan cara pandang dan pemikiran terhadap pengamalan ajaran Islam sebagai hasil akulturasi bersama kebudayaan suatu masyarakat, atau menempatkan budaya suatu masyarakat sebagai budaya baru, sebagai hasil akultrasi bersama ajaran Islam dalam lintasan sejarah dan fenomena aktual yang berkembang di dalam masyarakat; (2) Wawasan budaya Islam lokal dalam tradisi studi Islam selayaknya memperoleh tempat untuk menjelaskan fenomena kultural masyarakat Muslim, baik secara fungsional maupun struktural-fungsional, dalam kaitannya dengan nilai, norma, simbol, pola, adat-istiadat, sistem kepercayaan dan lain sebagainya, yang dipraktekkan oleh masyarakat Muslim sepanjang sejarahnya dalam berbagai macam latar belakang historis, sosial-budaya, dan tradisi; (3) Wawasan budaya Islam lokal yang berkearifan kultural sangat berkepentingan terhadap nilai-nilai lokal suatu masyarakat, seperti: nilai-nilai kemanusiaan, kebersamaan, persaudaraan, dan sikap keteladanan bisa menjadi modal sosial yang efektif dalam menjalin, memelihara dan mengembangkan hubungan harmonis dalam kehidupan sosial; dan (4) Pembelajaran wawasan budaya Islam lokal di PTKI cukup penting sehingga PTKI perlu bertransformasi sebagai organisasi pembelajaran yang membangun pemahaman kolektif yang luas melalui kegiatan-kegiatan dan sistem-sistem secara keseluruhan. (Mbr001)

JAKARTA – Dekan FAI Unikarta, H. Mubarak, S.Pd.I., M.Pd.I. didaulat Pesantren Alquran Nurul Falah (PANF) Surabaya untuk menyampaikan keberhasilan FAI Unikarta dalam pembelajaran Alquran Metode Tilawati di FAI Unikarta kepada Pengelola Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, di Tangerang Selatan, Banten (13/02/2018). Di depan Ketua-Ketua Jurusan/Program Studi FTIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Mubarak menyampaikan keberhasilan pembelajaran Alquran Metode Tilawati di kampusnya berkat hasil kerjasama dengan PANF Surabaya sejak tahun 2015 silam.

Kiri-Kanan: Mubarak, Syarif, Umar Jaeni, Ahmad Sofyan, Toha Mahsun

Mubarak bersama Pesantren Alquran Nurul Falah Surabaya yaitu Drs. KH. Umar Jaeni, M.Pd. (Direktur Eksekutif PANF Surabaya), Ustaz Toha Mahsun (Bidang Pengembangan) dan Ustaz Syarif (Kepala Cabang Tilawati DKI Jakarta) berkesempatan menyampaikan keberhasilan pembelajaran Alquran Metode Tilawati di Perguruan Tinggi dihadapan Wakil Dekan II (Dr. H. Ahmad Sofyan, M.Pd) dan 13 orang Ketua-Ketua Jurusan/Program Studi se-FTIK UIN Syarif Hidayatullah. Mubarak menyampaikan sejarah perkembangan Tilawati di FAI Unikarta hingga menjadi mata kuliah wajib bagi mahasiswa, bahkan menjadi syarat untuk menuju munaqasyah skripsi.

Ketua-Ketua Jurusan/Program Studi FTIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Di dalam kesempatan yang sama Mubarak bersama Tim PANF Surabaya berkunjung ke salah satu sekolah di bawah UIN Syarif Hidayatullah, yaitu Madrasah Pembangunan UIN Syarif Hidayatullah. Madrasah ini adalah unit usaha UIN Syarif Hidayatullah yang telah menerapkan pembelajaran Alquran Metode Tilawati sejak tahun 2015 hingga sekarang. Menurut Direktur MP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. H. Bahrissalim, M.A., Metode Tilawati merupakan metode yang diterapkan di MP UIN sejak 2015 setelah sebelumnya berganti-ganti metode belajar Alquran untuk siswa/siswi madrasah.

Kiri-Kanan: Syarif, Umar Jaeni, Bahrissalim

Di lain pihak, Ustaz Syarif selaku Kepala Cabang Tilawati DKI Jakarta bertekad menyebarluaskan Metode Tilawati, bukan hanya di UIN Syarif Hidayatullah tetapi di perguruan-perguruan tinggi serupa di Jakarta. Tekad ini disambut baik oleh KH. Umar Jaeni dan Ustaz Toha Mahsun untuk pengembangan metode tilawati ke depannya. (Mbr001)

TENGGARONG – FAI Unikarta kembali melaksanakan Pelatihan Standardisasi Guru Alquran Metode Tilawati Angkatan V Tahun Akademik 2017/2018 (27/01/2018). Bertempat di ruang perkuliahan Unikarta, pelatihan kali ini diikuti oleh peserta sebanyak 58 (lima puluh delapan) orang dari berbagai semester. Hadir dalam kegiatan ini Rektor Unikarta Erwinsyah, S.E., S.H., M.Si., CLA., Dekan FAI H. Mubarak, S.Pd.I., M.Pd.I., Wakil Dekan I FAI H. Sofian Efendi, S.Ag., M.Pd., Ketua Program Studi PAI Adinata Rusmen Idris, S.Sos.I., M.Pd., Bagian Kemahasiswaan Mukmin, S.Pd.I., Direktur Eksekutif TEC Kutai Kartanegara Ustaz Imam Wahyudi, S.Pd. bersama Tim Instruktur sebagai perwakilan dari Pesantren Alquran Nurul Falah Surabaya.

Rektor Unikarta Erwinsyah bersama Dekan FAI, Wakil Dekan I FAI, dan Tim Instruktur Pesantren Alquran Nurul Falah Surabaya

Dekan FAI mengatakan bahwa Standardisasi Guru Alquran ini adalah agenda rutin yang dilakukan di FAI Unikarta untuk menyetandarkan kemampuan membaca Alquran dengan benar dan baik sesuai kaidah tajwid dan tartil Alquran. Selain itu, setiap lulusan FAI Unikarta wajib berstandar kemampuan membaca Alqurannya yang dibuktikan dengan Syahadah/Sertifikat dari Pesantren Alquran Nurul Falah Surabaya. Hal ini agar para lulusan FAI Unikarta siap mengabdi di masyarakat sebagai Guru PAI dan Guru Alquran. “Lulusan FAI Unikarta, selain sebagai Guru PAI, juga harus mengisi slot Guru Pembelajar Alquran di sekitar 500-an SD sederajat yang tersebar di 18 Kecamatan se Kabupaten Kutai Kartanegara. Ini merupakan ikhtiar FAI Unikarta” katanya.

Antusiasme Peserta Pelatihan Standardisasi Guru Alquran Metode Tilawati Angkatan V Tahun 2017/2018

Di lain pihak, Direktur Eksekutif TEC Kutai Kartanegara dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Rektor Unikarta atas atensi yang diberikan terhadap Pelatihan Standardisasi Guru Alquran. Menurutnya perhatian Rektor Unikarta ini menjadi tolokukur bahwa Pembelajaran Alquran di Unikarta akan terus berjalan dan berkembang. Tidak menutup kemungkinan akan banyak inovasi yang akan dilakukan oleh Rektor Unikarta kini sebagai kelanjutan dari kebijakan Rektor Unikarta terdahulu. “Semoga, Rektor Unikarta dapat berkunjung ke Pesantren Alquran Nurul Falah Surabaya dalam waktu dekat untuk mempererat ikatan silaturahim antar lembaga” pungkasnya.

Antusiasme Peserta Pelatihan Standardisasi Guru Alquran Metode Tilawati Angkatan V Tahun 2017/2018

Rektor Unikarta yang didaulat menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi menyampaikan rasa bangganya sekaligus apresiasi setinggi-tingginya atas upaya yang dilakukan oleh FAI Unikarta dan TEC Kutai Kartanegara sebagai perwakilan Pesantren Alquran Nurul Falah Surabaya. Dia mengatakan bahwa di mata kuliah Agama Islam seluruh program studi di Unikarta yang berbobot 3 SKS, 1 SKS-nya dapat dimasuki pembelajaran Alquran. Selain itu, Rektor Unikarta juga mengatakan bahwa sangat baik jika Pelatihan Standarisasi Guru Alquran ini dijadikan pelatihan yang berkualifikasi profesi dengan hasil berupa Sertifikasi Profesi ke BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi-red). Dia menegaskan untuk ke arah ini maka profesi guru Alquran mesti berstandar pembelajarannya, kualitasnya, hasilnya, dan lain-lain, yang menggambarkan kualifikasi pekerjaan formal. “Semoga, dengan pelatihan ini, guru-guru PAI yang dihasilkan oleh FAI Unikarta semakin berbobot dan memperoleh kepecayaan di masyarakat” pungkasnya. (Mbr001)