Workshop Penyusunan RPS Berbasis OBE di FAI Unikarta Berjalan Lancar

Tenggarong, (4/9/2025). Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) sukses menyelenggarakan Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome Based Education (OBE). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dekan, Wakil Dekan I, II, dan III, Ketua dan Sekretaris Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) serta Ekonomi Syariah (ES), dan seluruh dosen di lingkungan kedua program studi tersebut.

Workshop yang berlangsung penuh kekhidmatan ini menjadi momentum penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran di FAI Unikarta. Seluruh peserta aktif terlibat dalam proses penyusunan RPS yang mengacu pada prinsip OBE, dengan harapan dapat menghasilkan dokumen ajar yang relevan, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam kegiatan ini, penyusunan RPS OBE didampingi secara langsung oleh Wakil Dekan I FAI, Bapak Habib Zainuri, M.Pd. Beliau menekankan pentingnya peran dosen dalam merancang pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman. “Harapannya setelah dilaksanakan workshop ini, semua dosen bisa menyusun RPS sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, dan memberikan dampak positif bagi semua pengguna lulusan mahasiswa FAI Unikarta,” ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa workshop ini sejalan dengan kurikulum terbaru DIKTISAINTEK, yaitu kurikulum berdampak, yang tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga relevansi dan kontribusi nyata lulusan di tengah masyarakat. Dengan demikian, RPS yang disusun bukan sekadar dokumen formal, tetapi menjadi panduan nyata dalam mencetak generasi yang unggul, kompetitif, dan berdedikasi.

Melalui kegiatan ini, FAI Unikarta menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, visioner, dan responsif terhadap kebutuhan global. Diharapkan, keberhasilan workshop ini menjadi langkah awal menuju terciptanya lulusan yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

FAI UNIKARTA GELAR YUDISIUM Ke-38, LULUSKAN 60 SARJANA DAN JALIN KERJA SAMA BEASISWA DENGAN LAZ DPU KALTIM

FAI.UNIKARTA.AC.ID – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) sukses menyelenggarakan acara Yudisium ke-38 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dirangkai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementing Arrangement (IA) bersama Lembaga Amil Zakat Dana Peduli Ummat (LAZ DPU) Provinsi Kalimantan Timur. Acara yang berlangsung khidmat ini dihelat di Aula Serbaguna Perpustakaan Daerah Kutai Kartanegara pada hari Kamis (14/8/2025). Kegiatan ini menjadi momentum istimewa yang menandai dua pencapaian penting: pelepasan 60 sarjana baru ke tengah masyarakat dan peresmian kerja sama strategis untuk membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas melalui program beasiswa. Hadir dalam acara tersebut jajaran pimpinan universitas dan yayasan, antara lain Ketua Yayasan Kutai Kartanegara Agus Setia Gunawan, S.Sos., M.Si., Wakil Rektor I Unikarta Dr. Sudirman, S.IP, M.Si dan Ketua Senat FAI Unikarta Budi Yusuf, S.Pd.I, M.Pd., Ketua LAZ DPU Kaltim Adiwijaya, S.Pd., beserta seluruh civitas akademika FAI Unikarta yang turut merayakan kelulusan para mahasiswanya.

Dekan FAI Unikarta, Dr. H. Mubarak, M.Pd.I. dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas kelulusan 60 yudisiawan dan yudisiawati pada tahun ini. Beliau menyoroti pencapaian luar biasa dari angkatan 2021 yang menjadi kelompok terbesar dengan total 35 orang dan berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 7 bulan. “Alhamdulillah, angkatan 2021 menjadi yang terbanyak dan berhasil lulus cepat. Ini sejalan dengan semangat Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi yang mendorong mahasiswa untuk lulus tepat waktu,” ujar Mubarak dalam sambutannya.  Selain angkatan 2021, yudisium kali ini juga meluluskan mahasiswa dari angkatan sebelumnya, dengan rincian 14 orang dari angkatan 2020, 4 orang dari angkatan 2019, dan 7 orang dari angkatan 2018. Para lulusan dari Program Studi PAI ini, sesuai dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 33 Tahun 2016 tentang Pembidangan Ilmu di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, berhak menyandang gelar akademik Sarjana Pendidikan (S.Pd.). Mubarak berpesan agar para alumni dapat segera mengaplikasikan ilmunya dan memberikan kontribusi nyata di masyarakat, baik sebagai tenaga pendidik profesional maupun dalam profesi lainnya. “Harapan kami, Yudisiawan dan Yudisiawati tidak berhenti di jenjang S1. Kalau bisa, lanjutkan studi ke jenjang S2 untuk meningkatkan kapasitas diri dan daya saing,” tambahnya.

 

Momen yudisium kali ini juga menjadi saksi penandatanganan kerja sama penting antara FAI Unikarta dengan LAZ DPU Kaltim. Sinergi ini diwujudkan dalam bentuk program beasiswa yang ditujukan bagi calon mahasiswa baru Program Studi Ekonomi Syariah (ES). Dekan FAI Unikarta menjelaskan bahwa kerja sama ini berupa Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementing Arrangement (IA) untuk teknis pelaksanaannya. Bentuk beasiswa yang ditawarkan sangat bervariasi untuk menjawab berbagai kebutuhan calon mahasiswa. “Ada skema beasiswa penuh (Full Cost/Full Scholarship), ada juga beasiswa stimulan berupa bantuan biaya awal kuliah dan uang pangkalnya (admission fee-tuition fee). Kami pada prinsipnya menerima bantuan ini, dan proses seleksi serta progresnya kami serahkan kepada pihak LAZ DPU,” terangnya.

Direktur LAZ DPU Kaltim, Adi Wijaya, S.Pd. menyambut baik kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah salah satu pilar utama program pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lembaganya. “Program pendidikan melalui beasiswa ini adalah amanah dan tanggung jawab kami untuk menyalurkan kepercayaan para donatur agar manfaatnya terasa tepat sasaran. Kerja sama dengan institusi pendidikan seperti Unikarta memastikan penyaluran ini berjalan efektif,” kata Adi Wijaya. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kerja sama ini bersifat dua arah. Selain beasiswa, mahasiswa FAI Unikarta juga diberi kesempatan untuk belajar dan aktif terlibat dalam dunia pengelolaan zakat melalui program-program yang ada di LAZ DPU.

Kerja sama antara FAI Unikarta dan LAZ DPU Kaltim dirancang untuk berkelanjutan dan berkembang lebih luas. Mubarak memaparkan bahwa kolaborasi ini tidak akan berhenti pada program beasiswa saja. “Ke depannya, kami akan meningkatkan kerja sama dalam kegiatan pengumpulan ZIS di lingkungan kampus, membangun inkubator bisnis bagi mahasiswa, hingga program pendayagunaan zakat produktif,” pungkasnya. “Bahkan, kami juga menjajaki kemungkinan untuk membuka unit layanan seperti Baitul Maal wat Tamwil (BMT) atau Bank Mini di kampus.”

 

Dengan adanya sinergi strategis ini, FAI Unikarta dan LAZ DPU Kaltim berharap dapat memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul di bidang ekonomi syariah, tetapi juga dalam menggerakkan roda pemberdayaan ekonomi umat secara nyata dan berkelanjutan. (Mbr01)

Tindak Lanjut MoU Unikarta dengan LAZ DPU Kaltim, FAI Siap Teken MoA dan Jalankan Program Bersama

Tenggarong, 8 Agustus 2025 – Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) terus memperluas jejaring kemitraan strategisnya. Setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Unikarta dan Lembaga Amil Zakat Dana Peduli Ummat (LAZ DPU) Kalimantan Timur pada 8 Agustus 2025, rencana tindak lanjut kerja sama mulai digarap secara konkret.

Dalam waktu dekat, Fakultas Agama Islam (FAI) Unikarta akan melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoA) dengan LAZ DPU Kaltim. Kerja sama ini akan difokuskan pada empat bidang utama, yakni:

  1. Pelaksanaan Program Pendidikan yang mencakup pelatihan, pembinaan, dan pengembangan kompetensi mahasiswa serta dosen.

  2. Penelitian yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang keislaman, ekonomi syariah, dan pemberdayaan umat.

  3. Pengabdian kepada Masyarakat melalui kegiatan pemberdayaan dan pendampingan berbasis komunitas di wilayah Kutai Kartanegara dan sekitarnya.

  4. Program Kampus Berdampak yang mengintegrasikan potensi akademik dengan kegiatan sosial dan kemanusiaan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Dekan Fakultas Agama Islam Unikarta menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mewujudkan visi kampus sebagai pusat pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Sinergi dengan LAZ DPU Kaltim ini akan membuka ruang luas bagi mahasiswa dan dosen untuk mengimplementasikan ilmu yang dimiliki. Tidak hanya dalam kelas, tapi juga di lapangan, bersama masyarakat. Inilah yang kami maksud dengan Kampus Berdampak,” ujarnya.

Pihak LAZ DPU Kaltim pun menyambut positif rencana MoA ini. Menurut perwakilannya, kerja sama dengan perguruan tinggi seperti Unikarta akan memperkuat misi lembaga dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat untuk kemaslahatan umat, terutama di sektor pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Dengan penandatanganan MoA yang direncanakan dalam waktu dekat, kedua pihak optimis program bersama dapat segera direalisasikan dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi civitas akademika serta masyarakat luas.

KHIDMAT DAN PENUH MAKNA, UNIKARTA GELAR SHOLAT IDUL ADHA 1446 H

FAI.UNIKARTA.AC.ID – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Al-Hijrah di lingkungan Kampus Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) pada pelaksanaan Sholat Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Jumat (06/06/2025). Ratusan jamaah yang terdiri dari yayasan, pimpinan universitas, civitas academica, mahasiswa, dan masyarakat sekitar memadati masjid untuk bersama-sama menggemakan takbir dan menunaikan ibadah sunnah muakkadah tersebut.

Pelaksanaan sholat Idul Adha kali ini terasa istimewa dengan keterlibatan penuh dari unsur pimpinan dan mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI). Bertindak sebagai Imam dan Khatib adalah Dekan FAI, H. Mubarak, S.Pd.I, M.Pd.I. Sementara itu, bertindak sebagai Bilal adalah Permata Dewa, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).

Dalam sambutannya sebelum sholat dimulai, Rektor Unikarta Prof. Dr. Ir. Ince Raden, M.P. menyampaikan pesan mendalam tentang relevansi ibadah Qurban dalam konteks dunia pendidikan tinggi. Beliau mengajak seluruh jamaah untuk merefleksikan hikmah agung dari kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS.

“Hikmah terbesar dari ibadah Qurban yang diajarkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail adalah tentang keikhlasan untuk berkorban, mendermakan jiwa dan raga semata-mata karena ketaatan kepada Allah SWT,” ujar Rektor.

Lebih lanjut, Rektor mengkontekstualisasikan makna pengorbanan tersebut ke dalam tugas dan pengabdian di lingkungan kampus. “Dalam konteks pengabdian di Perguruan Tinggi, semangat ini harus kita wujudkan dengan mendermakan bakti kita sebagai kaum terdidik untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah kita,” tegasnya.

Senada dengan itu, H. Mubarak, S.Pd.I, M.Pd.I dalam khutbahnya mengupas pelajaran fundamental mengenai kekuatan iman. Beliau menekankan bahwa salah satu esensi penting dari kisah Nabi Ibrahim adalah tentang prioritas iman di atas logika akal.

“Dalam beragama, ada kalanya kita perlu menempatkan kepasrahan total kepada Allah di atas logika. Sebagaimana kita lihat dalam hukum Islam yang mengenal konsep ta’aqquli (rasional) dan ta’abbudi (dogmatis atau berlandaskan kepatuhan murni),” jelas H. Mubarak.

Ia menjadikan perintah Allah untuk menyembelih Nabi Ismail sebagai contoh nyata dari konsep ta’abbudi. “Perintah penyembelihan putra Nabi Ibrahim AS adalah contoh nyata ta’abbudi, di mana beliau mengesampingkan rasionalitas dan rasa cinta seorang ayah demi menunjukkan ketaatan penuh kepada Sang Pencipta. Kualitas iman inilah yang mengantarkannya pada gelar Khalilullah (kekasih Allah), sebuah predikat mulia yang lahir dari kepasrahan total,” pungkasnya.

Sholat Idul Adha di Masjid Al-Hijrah dihadiri oleh Ketua YKK Agus Setia Gunawan, S.Sos., M.Si, para Guru Besar, jajaran Dekanat, para pejabat badan, lembaga, dan unit di lingkungan Unikarta, yang berbaur khusyuk bersama mahasiswa dan masyarakat umum. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ritual ibadah tahunan, tetapi juga momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi dan meneguhkan kembali nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan dalam menjalankan amanah, baik sebagai hamba Allah maupun sebagai insan akademis. (Mbr01)

LAZ DPU KALTIM DAN UNIKARTA KERJASAMA DALAM BIDANG PENDIDIKAN

FAIUNIKARTA.AC.ID – Lembaga Amil Zakat Dana Peduli Umat Kalimantan Timur (LAZ DPU Kaltim) dan Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) telah resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk menjalin kerjasama di bidang pendidikan. Kerjasama ini difokuskan pada program pemberian beasiswa bagi mahasiswa Unikarta, khususnya bagi mereka yang tidak mampu, agar dapat melanjutkan pendidikan dan meraih prestasi yang lebih baik.

Dalam acara Wisuda Pascasarjana ke-25 dan Sarjana ke-41 di Gedung Beladiri Dispora Kompleks Stadion Aji Imbut, Tenggarong (31/05), Direktur LAZ DPU Kaltim, Adi Wijaya, S.Pd selaku Alumni FAI Unikarta, menyampaikan bahwa program beasiswa ini merupakan salah satu pilar penting dalam pemberdayaan zakat, infaq, dan sedekah yang dihimpun dari para muzakki dan donatur. “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua donatur yang telah memberikan kepercayaan kepada lembaga kami untuk mengelola zakat, infaq, dan sedekah. Program ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan bahwa manfaat dari donasi ZIS bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama oleh mahasiswa yang merupakan masa depan bangsa,” ungkap Adi Wijaya.

Terpisah, Rektor Universitas Kutai Kartanegara, Prof. Dr. Ir. Ince Raden, M.P., juga memberikan tanggapan positif terhadap kerjasama ini. Dalam wawancara terpisah, beliau menyatakan bahwa kerjasama dengan LAZ DPU Kaltim merupakan salah satu wujud dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Kami berharap dengan adanya program ini, banyak mahasiswa yang dapat terbantu dan merasakan manfaatnya dalam jangka waktu yang lama. Ini adalah langkah nyata untuk mendukung pendidikan yang berkualitas bagi semua lapisan masyarakat,” tambah Prof. Ince.

Acara penandatanganan Nota Kesepahaman ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik untuk meningkatkan akses pendidikan bagi mahasiswa tidak mampu di Kutai Kartanegara. Dengan adanya dukungan dari LAZ DPU Kaltim, diharapkan semakin banyak mahasiswa yang dapat menyelesaikan studi mereka dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Kerjasama ini juga menjadi momentum bagi kedua institusi untuk terus berkolaborasi dalam berbagai program lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kutai Kartanegara. Diharapkan, program beasiswa ini dapat menjadi contoh bagi lembaga-lembaga lain untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan, sehingga lebih banyak generasi penerus bangsa yang mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang. (Mbr01)

WISUDA UNIKARTA, KOORDINATOR KOPERTAIS UNGKAPKAN KEBANGGAANNYA

FAIUNIKARTA.AC.ID – Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar acara wisuda Pascasarjana ke-25 dan Sarjana ke-41 di Gedung Beladiri Dispora dalam kompleks Stadion Aji Imbut, Tenggarong. Acara yang dihadiri oleh ratusan tamu undangan ini menjadi momen bersejarah bagi 361 mahasiswa yang berhasil menyelesaikan studi mereka.

Dalam pidatonya, Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A., selaku Koordinator Kopertais Wilayah XI Kalimantan, yang juga merupakan Guru Besar Sosiologi Agama lulusan Faculty of Religious Studies, McGill University, Kanada (tamat 2000) dan Faculty of Arts and Humanities, Utrecht University, Belanda (tamat 2006), mengungkapkan kebanggaannya terhadap perkembangan Unikarta. “Pembangunan Kampus Unikarta semakin keren, dibandingkan saat kedatangan saya pertama kali tahun 2017 yang lalu. Hal ini tentu merupakan hasil kerja keras Yayasan, Senat, Rektor beserta jajarannya, termasuk dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan pihak perusahaan,” ujarnya.

Prof. Mujiburrahman kemudian menyampaikan hasil survei dari World Economic Forum ke lebih 50 negara yang menghasilkan laporan berjudul “Future of Jobs Report 2025-2030”. Laporan tersebut mengidentifikasi apa saja pekerjaan yang dibutuhkan di masa sekarang dan ke depan, serta apa saja pekerjaan yang kemungkinan hilang. Ia menyoroti dua dari 26 skill yang paling dibutuhkan. Pertama, “analytical thinking” atau kemampuan berpikir analitis. “Skill ini sangat dibutuhkan di dunia pekerjaan saat ini,” tambahnya. Oleh karenanya, dia mengharapkan wisudawan wisudawati untuk tidak berhenti mengembangkan diri dan belajar. Mengutip Futurolog terkenal Alvin Tofler, ia menyatakan, “The illiterate of the 21st Century will not be those who cannot read and write, but those who cannot learn, unlearn and relearn”, yang artinya orang yang buta huruf di abad ke-21 (maksudnya saat ini) bukanlah mereka yang tidak bisa membaca dan menulis, tetapi mereka yang tidak belajar, melupakan pelajaran (yang pernah dipelajari), dan belajar lagi”. “Hal ini menyoroti pentingnya untuk terus belajar, guru yang tidak mau belajar tidak pantas untuk mengajar,” tegasnya.

Kedua, skill yang amat penting juga adalah “Flexibility and Adaptation” atau kemampuan bersikap lentur dan menyesuaikan diri dengan perubahan. Menghadapi era disrupsi yang tidak dapat diprediksi, Prof. Mujiburrahman menekankan pentingnya kemampuan menyesuaikan diri. “Ini sangat dibutuhkan di dunia pekerjaan sekarang,” tegasnya. Dia mengutip Angela Duckworth, seorang Psikolog yang pernah meneliti orang yang sukses di dunia militer, yang menemukan bahwa orang yang sukses adalah siapa yang paling tabah dan sabar menghadapi segala macam ujian dan kesulitan. Oleh karena itu katanya, “Setelah wisuda, jangan menunggu nasib di rumah, tetapi bergeraklah dan lakukan apa yang bisa dilakukan.” Dia juga mengutip ungkapan berbahasa Arab “Fi al-Harakat Barakah” yaitu dalam gerak itu ada berkah. “Kalau berdiam diri itu tidak ada berkahnya. Saya berharap wisudawan dan wisudawati untuk selalu bergerak mencari solusi atas segala permasalahan hidup, terutama setelah berada dalam dunia kerja,” tambahnya.

Pada kesempatan ini, Unikarta meluluskan 9 mahasiswa program magister dan 352 program sarjana dari berbagai program studi. Rincian program sarjana adalah Teknik Pertambangan (14), Ilmu Hukum (70), Agribisnis (15), Agroteknologi (18), Pendidikan Agama Islam (43), Manajemen (107), Ilmu Administrasi Publik (33), Pendidikan Bahasa Inggris (18), dan Teknologi Pendidikan (13). Di usianya yang ke-41, Unikarta meraih sejumlah prestasi, termasuk akreditasi Baik Sekali untuk Program Studi Administrasi Publik dan penghargaan inovasi pengajaran terbaik untuk Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Program Studi Pendidikan Agam Islam (PAI) meraih penghargaan inovasi pengajaran terbaik dalam Musyawarah Nasional (Munas) Perkumpulan Program Studi Pendidikan Agama Islam Indonesia (PP-PAI) dalam Annual International Conference on Islamic Religious Education (AICIRE) di bulan April tahun 2025.

Peningkatan produktivitas akademik juga terlihat signifikan, dengan jumlah artikel internasional bereputasi meningkat dari 13 pada tahun 2023 menjadi 49 pada tahun 2025. Jurnal nasional bereputasi melonjak dari 105 artikel pada tahun 2023 menjadi 461 artikel pada tahun 2025. Selain itu, jumlah buku yang dihasilkan dosen meningkat dari 23 menjadi 101 dalam periode yang sama.

Mengakhiri pidatonya, Prof. Mujiburrahman mengucapkan terimakasih atas kerjasama yang baik antara Unikarta dan Kopertais Wilayah XI Kalimantan. Dia mengatakan turut berbangga atas perkembangan Fakultas Agama Islam yang awalnya hanya memiliki satu Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), kini telah memiliki dua Prodi dengan dibukanya Prodi Ekonomi Syariah (ES). Dia juga memberikan apresiasi atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Ia berharap wisudawan dapat terus berkontribusi positif di masyarakat dan dunia kerja.

Dengan semangat baru dan bekal ilmu yang didapat, diharapkan para wisudawan dapat menghadapi tantangan di masa depan dan menjadi agen perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat. (Mbr01)

REKTOR UIN ANTASARI PAPARKAN STRATEGI ADAPTASI PTKI DI ERA DISRUPSI TEKNOLOGI DIGITAL PADA KULIAH UMUM FAI UNIKARTA

FAIUNIKARTA.AC.ID – Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara (FAI Unikarta) mengadakan Kuliah Umum (30/5) dengan tema “PTKI di Era Disrupsi Teknologi Digital: Tantangan dan Strategi Adaptasi” yang berlangsung di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa FAI Unikarta.

Acara dibuka dengan sambutan dari Dekan FAI Unikarta, H. Mubarak, S.Pd.I, M.Pd.I, yang mengungkapkan pentingnya adaptasi pendidikan tinggi keagamaan di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat. “Di era disrupsi ini, kita dituntut untuk mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi demi kemajuan pendidikan,” ujarnya.

Selanjutnya, Rektor Unikarta, Prof. Dr. Ir. Ince Raden, M.P., memberikan sambutan pembuka. Dalam pidatonya, beliau menekankan bahwa teknologi digital bukanlah ancaman, melainkan peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Kita harus siap menghadapi tantangan ini dan menjadikan teknologi sebagai alat untuk memperluas jangkauan dan efektivitas pembelajaran,” kata Prof. Ince.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Desman Minang Endianto, S.Hi, M.H., anggota DPRD Kutai Kartanegara dan mantan jurnalis, yang menyampaikan bahwa peran PTKI sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda di era digital. “Kita perlu menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki etika dan moral yang baik,” tegasnya.

Keynote Speech pada kuliah umum ini disampaikan oleh Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A., Rektor UIN Antasari Banjarmasin sekaligus Koordinator Kopertais Wilayah XI Kalimantan. Dalam paparannya, beliau menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di era digital, sebuah era yang ditandai dengan kemajuan teknologi yang pesat dan perubahan yang signifikan dalam cara kita berinteraksi, belajar, dan mengajar. Era digital telah membawa dampak yang luas, tidak hanya dalam bidang teknologi informasi, tetapi juga dalam pendidikan, terutama dalam konteks pendidikan tinggi keagamaan.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi PTKI adalah perubahan pola belajar dan pengajaran. Di masa lalu, proses belajar mengandalkan metode tatap muka, namun dengan adanya internet dan teknologi digital, pola ini telah berubah. Mahasiswa kini memiliki akses ke berbagai sumber belajar yang tak terbatas. Hal ini menuntut PTKI untuk beradaptasi dengan cara mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran. Prof. Mujiburrahman juga menekankan pentingnya pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dalam konteks ini, kurikulum tidak hanya harus mencakup materi akademis yang mendalam, tetapi juga harus mengakomodasi keterampilan praktis yang diperlukan di dunia kerja. Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori-teori keagamaan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam konteks sosial yang lebih luas. PTKI diharapkan dapat berkontribusi secara aktif dalam masyarakat yang semakin kompleks.

Dengan terlaksananya kuliah umum ini, diharapkan dapat memberikan wawasan dan inspirasi bagi seluruh civitas akademika FAI Unikarta untuk terus berinovasi dan beradaptasi dalam menghadapi tantangan zaman. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di bidang agama Islam. (Mbr01)