LULUSAN FAI UNIKARTA RAIH INDEKS PRESTASI KUMULATIF FANTASTIS DI KAMPUS NEGERI

FAIUNIKARTA.AC.IDKhairunnisah merupakan lulusan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Tenggarong yang saat ini menjadi mahasiswi pascasarjana di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Saat ini, ia sedang duduk di semester empat dan tengah menyusun tesis di universitas negeri tersebut. Perempuan berjilbab ini memulai perkuliahan di S2 UIN Sunan Kalijaga pada Maret 2021.

Nisa mengaku mendaftarkan diri sebagai mahasiswi pascasarjana UIN Sunan Kalijaga sebelum diyudisium di FAI Unikarta. Pasalnya, jarak waktu antara yudisium dan wisuda nyaris mencapai setengah tahun.

“Setelah lulus dari S1, saya langsung ambil S2,” jelasnya kepada beritaalternatif.com pada Senin (3/10/2022).

Sebagai lulusan FAI Unikarta, dia mengaku tidak menghadapi kesulitan untuk mendapatkan satu tiket sebagai mahasiswi pascasarjana di kampus negeri tersebut.

“Saya tidak mendapatkan kesulitan apa pun. Mudah saja. Alhamdulillah enggak ada kesulitan,” ujarnya.

Saat ini, Nisa tengah berusaha merampungkan studi S2 di UIN Sunan Kalijaga. Ia bertekad menyelesaikan studinya pada akhir tahun ini.

Sebagai lulusan FAI Unikarta, ia mengaku bangga bisa mendapatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) di atas 3,90 selama menempuh studi pascasarjana di UIN Sunan Kalijaga.

Kata Nisa, hal ini bisa saja disebabkan ia mengambil jurusan pascasarjana yang linear dengan S1. Sebab, mata kuliah yang diajarkan di S2 UIN Sunan Kalijaga nyaris tidak berbeda dengan S1 di FAI Unikarta.

“Bedanya cuman di pendalaman pada teori-teorinya saja. Di S1 itu kami ada PPL. Di S2 ini kami juga ada praktik ngajar. Bedanya, saat ini kami ngajar S1,” ungkapnya.

Setelah lulus dari UIN Sunan Kalijaga, Nisa berencana menjadi dosen. “Insyaallah kalau ada jalannya di situ,” harapnya.

Ia lulus di FAI Unikarta pada awal 2020. Kala itu, dia menjadi lulusan terbaik dari Program Studi Agama Islam FAI Unikarta.

Nisa merupakan angkatan tahun 2015 di fakultas tersebut. “Saya lulus semester sembilan. Berarti, saya kuliah di FAI empat tahun setengah” katanya.

Dia mengaku mendapatkan kenyamanan saat menempuh perkuliahan di FAI Unikarta. Awalnya, ia menduga perkuliahan di fakultas tersebut akan dipenuhi dengan mata kuliah yang berhubungan dengan agama Islam.

“Apalagi saya kan bukan alumni pondok. Jadi, memang basic agamanya kurang. SMP umum. SMA juga negeri. Tiba-tiba kuliah Jurusan Agama Islam. Jadi, enggak punya dasarnya,” kata Nisa.

“Tapi ternyata setelah masuk di dalamnya, asyik gitu. Pelajarannya bukan hanya agama. Karena memang jurusan pendidikan, yang dipelajari banyak teori-teori pendidikan,” lanjutnya.

Di FAI Unikarta, ia juga mengaku mempelajari ilmu-ilmu umum, salah satunya psikologi pendidikan. “Pelajaran ini memang erat kaitannya dengan kita yang disiapkan sebagai guru,” jelasnya.

Selain proses perkuliahan di FAI Unikarta yang unik, menurut dia, pihak fakultas juga memberikan pelayanan maksimal kepada para mahasiswa.

Bila umumnya mahasiswa Unikarta harus mencetak sendiri KRS, jajaran fakultas justru menyediakan KRS untuk para mahasiswa FAI Unikarta.

“Kami benar-benar dimanjakan. Ambil KRS dan KHS saja tinggal datang ke fakultas. Sudah dicetak dan disediakan oleh pihak fakultas,” ungkapnya.

Kata dia, bagian pelayanan FAI Unikarta juga sangat ramah kepada para mahasiswa. “Pelayanannya juga tidak pernah menyulitkan kami sebagai mahasiswa,” katanya.

Jika mahasiswa membutuhkan surat dari fakultas, jajaran FAI Unikarta akan memberikan pelayanan secara langsung dan daring. “Jadi, kami bisa minta lewat WA juga,” bebernya.

Link : Beritaalternatif.com

FAI UNIKARTA ADAKAN SEMINAR NASIONAL TENTANG PENGUATAN MUTU PEMBELAJARAN AL – QUR’AN METODE TILAWATI

FAI.UNIKARTA.AC.ID – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) mengadakan kegiatan Seminar Nasional Pendidikan Alquran di Ruang Rapat Rektorat Unikarta pada Sabtu (1/10/2022) pagi.

Seminar yang menghadirkan Direktur Eksekutif Pesantren Alquran Nurul Falah Surabaya Dr. KH. Umar Jaeni ini mengangkat tema Penguatan Mutu Pembelajaran Alquran Metode Tilawati: Konsep dan Strategis Pelaksanaan.

Kegiatan ini dirangkai dengan peluncuran Gerakan Unikarta Mengaji. Premier launching gerakan mengaji ini merupakan bagian dari usaha Unikarta mewujudkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Gerakan Etam Mengaji (GEMA).

Kegiatan ini dirangkai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MOA) antara Unikarta dan Pesantren Alquran Nurul Falah Surabaya tentang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kemudian, Dekan FAI Unikarta Haji Mubarak juga menandatangani MOA dengan Direktur Eksekutif Pesantren Alquran Nurul Falah Surabaya, Dr. KH. Umar Jaeni.

MOA tersebut memuat kerja sama peningkatan sumber daya manusia melalui pembelajaran Alquran metode tilawati FAI Unikarta.

Peluncuran gerakan Unikarta mengaji dan penandatanganan MOA tersebut dihadiri oleh Rektor Unikarta, Prof. Ince Raden; Wakil Rektor I Unikarta, Dr. Sudirman, dan Wakil Rektor II Unikarta, Misran Tahrani.

Hadir pula Dekan FAI Unikarta, Haji Mubarak; Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam FAI Unikarta, Mukmin; Direktur Eksekutif TEC Regional 02 Kalimantan Timur, Sekretaris TEC Cabang Istimewa Tenggarong, pengurus PSQ Unikarta, serta 70 orang mahasiswa dan mahasiswi FAI Unikarta. (um)

Link : Beritaalternatif.com

FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIKARTA SUKSES SELENGGARAKAN WORKSHOP PENELITIAN

FAIUNIKARTA.AC.IDFakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Tenggarong kembali melanjutkan kegiatan workshop penelitian di Ruangan Rapat Rektorat Unikarta pada Sabtu (10/9/2022).

Kegiatan yang diawali pada hari Kamis (8/9/2022) tersebut berakhir pada Sabtu pukul 22.00 Wita. Workshop penelitian ini menghadirkan peneliti dari UIN Antasari Banjarmasin, Dr. Wahyudin.

Workshop tersebut diikuti oleh 45 orang mahasiswa dan mahasiswi FAI Unikarta. Para peserta merupakan mahasiswa FAI yang tengah menempuh tugas akhir.

Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam FAI Unikarta Mukmin menjelaskan, dalam kesempatan tersebut Dr. Wahyudin menyampaikan materi terkait isu-isu aktual karya ilmiah.

“Beliau juga menjelaskan metodologi pengkajiannya serta memberikan motivasi kepada mahasiswa yang menempuh tugas akhir untuk bisa menyelesaikan penelitian skripsinya dengan tepat waktu,” beber Mukmin kepada beritaalternatif.com pada Senin (12/9/2022) siang.

Selain itu, sambung Mukmin, pemateri menyampaikan isu-isu penelitian tentang skripsi, isu-isu aktual tentang tema penelitian pendidikan agama Islam, serta menekankan agar mahasiswa cepat lulus dan menyelesaikan skripsi tepat waktu.

“Beliau juga menekankan agar mahasiswa memenuhi kualitas output di bidang akademik untuk target capaian kualitas pembelajaran agama Islam,” urainya.

Kata dia, workshop penelitian yang dimulai pukul 08.00 Wita tersebut diikuti oleh para mahasiswa dengan antusias hingga materi selesai disampaikan oleh Dr. Wahyudin.

Mukmin mengatakan, mahasiswa yang telah menginput mata kuliah skripsi serta sudah melalui coaching clinic bersama narasumber tersebut, maka judul skripsinya akan langsung diterima oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam FAI Unikarta.

Mewakili pengelola FAI Unikarta, terutama Program Studi Pendidikan Agama Islam, Mukmin berharap workshop penelitian ini dapat memotivasi para mahasiswa untuk menyelesaikan studi mereka tepat waktu.

“Tentunya juga kami berharap workshop ini bisa memberikan dampak yang positif kepada para mahasiswa untuk semangat dalam melakukan penelitian ilmiah,” ucapnya.

Link : Beritaalternatif.com

 

 

PROF. INCE RADEN APRESIASI PELAKSANAAN KULIAH UMUM FAI UNIKARTA

FAIUNIKARTA.AC.ID Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Prof. Ince Raden menyampaikan sambutan dalam pembukaan kuliah umum Fakultas Agama Islam (FAI) Unikarta pada Jumat (9/9/2022) siang.

Kuliah umum yang menghadirkan peneliti dari UIN Antasari Banjarmasin Dr. Wahyudin tersebut dilaksanakan di Ruangan Perkuliahan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unikarta.

Kuliah umum yang dihadiri sekitar 450 orang mahasiswa FAI Unikarta ini mengangkat tema Mewujudkan Mahasiswa Berjiwa Sociopreneur, Kreatif, Inisiatif, dan Peduli di Era Society 5.0.

Dalam kesempatan itu, Rektor menyampaikan penghargaan kepada FAI Unikarta yang telah menyelenggarakan kuliah umum tersebut.

Kata dia, kuliah umum ini merupakan usaha mewujudkan visi dan misinya selaku Rektor Unikarta yang bercita-cita menjadikan Kampus Ungu sebagai kampus kewirausahaan.

Meski mahasiswa belajar dan kuliah di FAI Unikarta, sambung dia, hal ini tak berarti mahasiswa tidak bisa menjalankan aktivitas kewirausahaan.

“Pengusaha itu dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw,” katanya.

Rektor menjelaskan, selain utusan Allah, Nabi juga merupakan seorang pedagang andal.

Karena itu, banyak hal yang dipelajari oleh generasi masa kini dari Nabi Muhammad untuk menjadi pedagang sukses.

“Oleh karena itu, tidak berarti bahwa kita kuliah di FAI Unikarta kita tidak bisa menjadi seorang pengusaha,” ujarnya.

Tema tentang kewirausahaan, sambung Rektor, harus menjadi tema yang tidak luput dari bahan diskusi dan pembicaraan mahasiswa.

Oleh sebab itu, dia berharap FAI Unikarta menjadi penggerak utama untuk mengajarkan mahasiswa dalam berbisnis berdasarkan nilai-nilai keagamaan, etika, dan profesionalitas.

Ia juga berharap kepada FAI Unikarta menggali konsep dan cara-cara Rasulullah dalam berbisnis.

“Ini yang paling penting, sehingga ini bisa menjadi role model, inovasi, dan kreativitas,” ucapnya.

Konsep dan teladan bisnis Nabi Muhammad, lanjut dia, dapat menjadi contoh bagi mahasiswa FAI Unikarta untuk menghadapi era Society 5.0.

“Menurut hemat saya, ini yang paling penting, sehingga bisa menjadi role model dalam berbisnis,” imbuhnya.

Link : Beritaalternatif.com

HADIRKAN PENELITI DARI UIN ANTASARI BANJARMASIN, PULUHAN MAHASISWA FAI UNIKARTA ANTUSIAS IKUTI WORKSHOP PENELITIAN

FAIUNIKARTA.AC.ID Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) mengadakan kegiatan Workshop Penelitian pada tanggal 8-10 September 2022.

Workshop penelitian tersebut dibuka dan dihadiri oleh Wakil Dekan 1 Bidang Akademik FAI Unikarta, Aji Sofian Efendi; Wakil Dekan 2 FAI Unikarta, Adinata Rusmen Idris; Wakil Dekan 3 FAI Unikarta, Habib Zainuri; Kaprodi Pendidikan Agama Islam FAI Unikarta, Mukmin.

Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Rapat Rektorat Unikarta ini menghadirkan pakar di bidang penelitian ilmiah dari UIN Antasari Banjarmasin, Dr. Wahyudin, M.Si.

Pada hari pertama, Kamis (8/9/2022), materi dalam workshop ini disampaikan oleh Dekan FAI Unikarta, Haji Mubarak. Dia menyampaikan materi tentang penggunaan zotero dalam penelitian karya ilmiah dan pengenalan publish or perish.

Peserta yang antusias mengikuti kegiatan ini berjumlah 46 orang. Mereka berasal dari mahasiswa tugas akhir dan mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir skripsi.

Workshop penelitian ini diselenggarakan dalam rangka memberikan bekal kepada para mahasiswa FAI Unikarta dalam menempuh dan menyelesaikan tugas akhir skripsi.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa dibekali dengan penggunaan reference manager serta isu-isu aktual karya ilmiah dan metodologi pengkajiannya.

Link : Beritaalternatif.com

BUPATI EDI DAMANSYAH PAPARKAN PERISAPAN KUKAR MENYAMBUT IKN KEPADA RATUSAN MAHASISWA BARU UNIKARTA

 

FAIUNIKARTA.AC.ID – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah, memberikan materi Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Tahun Ajaran 2022/2023, di ruang Kelas Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Rabu (31/8).

Bupati Kukar yang hadir didampingi ajudan Irfan Junior pada pukul 09.30 Wita tersebut, disambut Rektor Unikarta Prof Ince Raden bersama jajaran di halaman kampus ungu ini dan memasangkan baju almamater Unikarta kepada bupati.

Materi yang disampaikan oleh Bupati Kukar kepada 450 mahasiswa baru dengan 7 jurusan, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Hukum, Fakultas Pendidikan Agama Islam, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Fakultas Teknik, itu berjudul “Bagaimana Kesiapan Kukar Menyambut Ibu Kota Negara (IKN) Baru di Kalimantan Timur (Kaltim)”.

“Jadi tidak ada pandangan bahwa Kaltim tidak siap untuk menjadi IKN baru, itu tidak ada sekali lagi saya garis bawahi. Yang kita tuntut bagaimana konsistensi dan komitmen dari pemerintah untuk mewujudkan IKN ini di Kaltim, termasuk di dalamnya Panajam Paser Utara dan Kukar,” katanya.

Pemindahan IKN ke Kaltim, ungkap bupati, ada peluang dan ada juga tantangan. Hari ini harus diakui bahwa sumber daya manusia di pulau Jawa lebih unggul dari pada di pulau Kalimantan.

Edi menjelaskan indikatornya. Di antaranya seleksi penerimaan ASN di bidang Kesehatan dan bidang Keguruan, penerimaannya tersentralk di Jakarta. Sebab, standarnya nasional dan sedikit sekali lulusan dari pulau Kalimantan.

“Coba di Breakdown lagi ke Kabupaten Kukar karena bisa dipastikan selain indikatornya, bahwa kita masih kalah bersaing dengan saudara-saudara kita di pulau Jawa,” ujarnya.

Selanjutnya, Edi menengaskan bahwa di era sekarang ini harus bisa berpacu dan bersaing dengan daerah lain, yaitu bagaimana salah satu sumber daya manusia bisa di wujudkan baik itu melalui kebijakan Pemkab Kukar maupun para Stakeholder lainnya di Kukar.

“Untuk itu adek-adek mahasiswa yang baru apabila milihat program pembangunan di beberapa daerah di Indonesia, kita di Kukar mempunyai Strategi Pembangunan yang namanya Kukar Idaman (Inovasi, Daya Saing, dan Mandiri) pada RPJMD 2021-2026,,” demikian pungkasnya.

Sementara, Ince Raden menyampaikan terima kasih dan memberikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada Bupati Kukar yang telah berkenan hadir ditengah-tengah kesibukan beliau untuk menjadi salah satu narasumber dalam rangka memberikan pencerahan kepada mahasiswa baru Unikarta. Kemudian, membagi pengalaman beliau sekaligus memberikan motivasi kepada mahasiswa baru.

Yang perlu disampaikan, kata Ince bahwa pak bupati ini selain beliau Bupati Kukar beliau juga adalah Ketua Alumni Unikarta. Yang hari ini bisa datang untuk menyapa mahasiswa baru yang ada di fakultas Unikarta.

Tentunya sebagai rektor sangat berbahagia dan bangga dalam materi beliau yang bisa menyampaikan beberapa hal, diantaranya beliau selaku bupati tentunya perlu menyampaikan hal-hal apa saja yang menjadi visi-misi dan program-program beliau yang juga ada kaitannya dengan IKN di Kaltim.

“Kemudian juga, bisa melihat sejauh mana pemahaman-pemahaman mahasiswa baru terhadap visi-misi dan program-program Kukar Idaman selama beliau menjadi Bupati Kukar saat ini. Dengan harapan kedepan, tentunya pemerintah daerah terus mensupport kami, karena tidak adak ada kemajuan kalau tanpa ada kerjasama, sinergitas, dan kolaborasi,” demikian pungkasnya.

Link : Prokom.Kukarkab.go.id

Kunjungan Dahlan Iskan dan mengenakan almamater kebanggaan Kampus Unikarta (Unikarta.dok

KE UNIKARTA TENGGARONG, DAHLAN ISKAN PINJAM ALMAMATER, BERHARAP KAMPUS UNGU MILIKI 5000 MAHASISWA

FAIUNIKARTA.AC.ID – Kebahagiaan dirasakan seluruh civitas akademika Kampus Universitas Kutai Kartanegara pada kegiatan (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PK2MB), Senin (29/8/2022) pagi tadi.

Pasalnya  seorang tokoh nasional yakni mantan Menteri BUMN H Dahlan Iskan hadir ditengah mahasiswa baru untuk memberikan motivasi dan nasehat serta petuah yang tentunya menginspirasi seluruh warga kampus.

“Terima kasih kepada Pak Dahlan Iskan dan pengurus KAHMI Kutai Kartanegara yang membantu membawa beliau ke Kampus Unikarta. Saya selaku rektor sangat menyambut baik dan berbahagia atas kedatangan beliau karena beliau adalah salah satu tokoh nasional yang punya banyak gagasan dan pemikiran yang cukup kreatif inovatif dan cemerlang,” kata Rektor Unikarta, Prof Ince Raden kepada Korankaltim.com siang tadi.

Ince menyebutkan prestasi dan kontribusi Dahlan Iskan untuk negeri tidak perlu diragukan. Sejak menjadi menteri, Dahlan Iskan banyak memberikan terobosan-terobosan. “Menjadi sebuah keberuntungan bagi Universitas Kutai Kartanegara atas kehadiran beliau, beliau memberikan motivasi, petuah, nasehat kepada mahasiswa dengan sangat baik terutama kepada mahasiswa dan memberikan kebahagiaan dan kebanggaan bagi mahasiswa PK2MB yang baru masuk ini dengan diberi pencerahan yang sangat spesial langsung oleh Pak Dahlan Iskan,” papar Ince.

Dahlan Iskan hadir bersama anggota DPRD Provinsi Kaltim yang juga Ketua KAHMI Kukar Sarkowi V Zahry, disambut jajaran dari universitas berjulukan Kampus Ungu itu.

Adapun mahasiswa yang mengikuti PK2MB tahun ajaran 2022/2023 ini diikuti 500-an mahasiswa. “Dari kunjungan beliau tadi intinya  bangga dengan Unikarta dan beliau sempat pinjam jaket almamater dan mengaku senang dengan warnanya karena sangat bagus. Beliau berharap agar kampus ini memiliki 5000 mahasiswa, ya walaupun saat ini kami baru memiliki 2500 mahasiswa, tentu diharapkan kedepannya semua pihak mensupport dan mendorong agar kampus ini bisa mencapai mahasiswa yang sebanyak itu supaya kami bisa survive,” tutup Ince.

Sumber Berita : Korankaltim.com

Dekan FAI Unikarta Haji Mubarak & Mahasiswa Penerima SK

FAI UNIKARTA YUDISIUM 35 ORANG MAHASISWA, MUBARAK: JANGAN PERNAH BERHENTI BERPROSES

FAIUNIKARTA.AC.ID – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) meyudisium 35 mahasiswa dan mahasiswi yang telah dinyatakan lulus dari fakultas tersebut di Ruang Perkuliahan FAI Unikarta pada Sabtu (27/8/2022) pagi.

Yudisium Terbuka ke-34 FAI Unikarta ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Kutai Kartanegara, Agus Setia Gunawan; Rektor Unikarta, Prof. Ince Raden; dan Dekan FAI Unikarta, Haji Mubarak.

Hadir pula Wakil Rektor II Unikarta, Misran Tahrani; Wakil Rektor III Unikarta, Dr. Zen Istiarsono; Ketua Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam FAI Unikarta, Mukmin; Ketua Senat FAI Unikarta, Budi Yusuf; serta dosen-dosen FAI Unikarta.

Dalam sambutannya, Dekan FAI Unikarta Haji Mubarak berharap kepada lulusan fakultas tersebut untuk bisa terus melanjutkan pendidikan tinggi di tingkat pascasarjana.

“Usahakan kuliah kembali. Karena apa? Ini penting. Semakin tinggi strata kita, semakin tinggi juga derajat kita,” jelasnya.

Kata dia, lulusan-lulusan FAI Unikarta bisa melanjutkan pendidikan pascasarjana di Unikarta, UINSI Samarinda, ataupun di kampus-kampus di luar Pulau Kalimantan.

“Di mana saja bisa. Yang penting mau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ucapnya.

Dia menyebutkan, bila ingin menjadi orang hebat dan unggul, namun tidak disertai usaha dalam melewati berbagai prosesnya, maka orang tersebut sama seperti kapal yang tidak bisa berjalan di tempat kering.

Mubarak pun menekankan, jika lulusan-lulusan FAI Unikarta ingin terus maju dan sukses di masa depan, mereka tidak boleh berhenti berproses.

“Jangan pernah berhenti sampai di S1 saja. Jangan pernah berhenti. Kalau kita berhenti, maka waktu yang akan menggilas kita,” tegasnya.

Mantan Ketua Umum HMI Cabang Kukar ini menyarankan kepada para peserta yudisium FAI Unikarta untuk menjadikan orang-orang sukses sebagai cermin dan teladan dalam menggapai masa depan yang lebih baik. “Kita masih muda. Kita raih impian kita,” imbuhnya.

Saat berada di tengah-tengah masyarakat, Mubarak berpesan kepada lulusan FAI Unikarta agar tidak duduk bersama orang-orang yang berpura-pura intelektual.

“Duduklah bersama orang-orang yang membawa kita kepada keyakinan. Karena apa? Ini penting. Di antara kepentingan itu adalah kita harus menjadi orang yang berpikir rasional dan moderat atau tidak menghakimi satu sama lain,” sarannya.

Lulusan FAI Unikarta, sambung dia, harus berhati-hati saat berkiprah di masyarakat. Lulusan fakultas tersebut tidak boleh terjerumus dalam pemikiran-pemikiran fundamental dan ekstremis.

“Kita harus rasional dan moderat, supaya menjadi orang-orang yang unggul dibandingkan yang lain,” sebutnya.

Kandidat doktor ini juga menyinggung terkait rencana pihaknya membuka Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah di FAI Unikarta. Dalam berbagai survei dan tahapan yang telah dilewati sebelumnya, pembukaan Prodi baru tersebut bisa dilakukan di FAI Unikarta.

“Mudah-mudahan setahun kemudian kita sudah punya Prodi baru yang fokus di ekonomi syariah,” harapnya.

Di akhir sambutannya, Mubarak menyampaikan bahwa dalam satu periode kepemimpinannya FAI Unikarta diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang menyatukan kiprah sosial dan kewirausahaan (sociopreneur).

Dia mengatakan, lulusan-lulusan FAI Unikarta memiliki kapasitas keilmuan di bidang agama Islam, khususnya pemahaman yang memadai terkait kitab suci Alquran.

Karena itu, ia mendorong sarjana-sarjana FAI Unikarta untuk membangun pusat-pusat studi Alquran. “Jadikan itu sebagai modal di masyarakat. Karena di mana-mana, orang yang mengajarkan Alquran akan mendapatkan kemuliaan,” pungkasnya. (*)

Link : Beritaalternatif.com

HIKMAH IBADAH KURBAN

FAIUNIKARTA.AC.ID

Oleh: Mukmin*

Islam memberikan predikat yang tinggi dalam ibadah kurban. Ulama-ulama terdahulu mengategorikannya sebagai salah satu ibadah yang paling agung. Karena ibadah kurban adalah representasi dari nilai kepatuhan, keikhlasan, serta pengorbanan seorang hamba kepada Allah Swt.

Seorang hamba dengan ikhlas mengeluarkan sebagian hartanya untuk membeli hewan kurban, kemudian menyembelihnya seraya bertakbir dan mengagungkan kebesaran Allah Swt.

Lalu, ia membagikan dan bersedekah dengan daging hewan kurban tersebut kepada fakir miskin, serta memberikan hadiah kepada saudara dan tetangganya untuk mempererat ikatan silaturrahmi antar-sesama.

Allah Swt menyebut salat dan menyembelih hewan kurban sebagai ibadah yang menjadi pembeda antara yang haqq dan bathil, antara iman dan kekufuran, serta antara tauhid dan kemusyrikan.

Allah Swt berfirman:

قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ لَا شَرِيْكَ لَهٗ ۚوَبِذٰلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Itulah yang diperintahkan kepadaku. Aku adalah orang yang pertama dalam kelompok orang muslim.” (QS. Al-An’am 162-163).

Beberapa ahli tafsir menjelaskan bahwa ayat ini menegaskan tentang keharusan manusia untuk mengabdi hanya kepada Allah, baik dalam bentuk ibadah ritual ataupun lainnya, semenjak hidup sampai mati.

Selanjutnya timbul pertanyaan, apa sebetulnya tujuan dan hikmah dari ibadah kurban? Terdapat beberapa hikmah disyariatkannya ibadah kurban menurut penjelasan para ulama.

Yang pertama, untuk menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim AS. Karena syariat menyembelih hewan kurban pertama kali diwajibkan kepada beliau. Ketika itu, selama beberapa hari Nabi Ibrahim bermimpi menyembelih putra satu-satunya, yaitu Isma’il ASNabi Ibrahim memaknainya sebagai perintah Allah Swt untuk menyembelih putranya tersebut.

Tentu sebagai ayah, ada rasa sedih yang harus ditahan untuk bisa mentaati perintah yang sangat berat itu. Tapi, dengan penuh keikhlasan, Nabi Ibrahim memantapkan hati untuk melaksanakannya.

Nabi Ibrahim kemudian bertanya kepada putranya, untuk melihat apakah ia juga mempunyai keikhlasan yang sama untuk taat kepada Allah Swt. Ternyata, Isma’il juga sangat siap.

Maka Ibrahim bersiap menyembelihnya dan merebahkannya. Saat itulah Allah Swt menggantikannya dengan sembelihan yang besar. Kisah ini Allah SWT tuturkan dalam Surat ash-Shaffat ayat 103-110.

Hikmah yang kedua, ibadah kurban menjadi sarana untuk bersedekah dan mempererat tali silaturrahmi. Rasulullah Saw mengajarkan agar daging hewan kurban dibagi-bagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan sanak saudara. Hal ini dapat menumbuhkan rasa kebersamaan, rasa kasih sayang terhadap sesame, serta memuliakan kerabat dan tetangga kita.

Hikmah yang ketiga, ibadah kurban merupakan bentuk kesyukuran kepada Allah Swt atas berbagai kenikmatan yang senantiasa dilimpahkan-Nya kepada kita.  Oleh karena itu, kurban disyariatkan kepada mereka yang Allah Swt lapangkan rezekinya dan mempunyai kemampuan.

Nikmat Allah Swt yang begitu banyak sudah selayaknya disyukuri, di antaranya dengan mengeluarkan sebagian harta untuk membeli hewan kurban dan membagikan dagingnya kepada fakir miskin.

Sebagai seorang hamba, semoga kita semuanya bisa totalitas tunduk   dalam ketaatan, senantiasa mempertebal keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.

Akhirnya, semoga Allah Swt meluaskan rezeki kita dan mudahkan kita untuk bisa berkurban pada tahun ini. Semoga Allah Swt juga menganugrahkan keikhlasan dalam ibadah kurban kita, agar diterima dan mendapatkan ridha dari Allah Swt. Amin ya rabbal ‘alamin. (*Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara)

Link : Sintesanews.id

IDUL ADHA SEBAGAI MOMENTUM BERKUMPUL DAN PENGEMBANGAN KESADARAN SOSIAL

FAIUNIKARTA.AC.ID

Oleh: Haji Mubarak*

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

La Ilaha Illallah Wallahu Akbar.

Allahu Akbar Walillahil Hamd.

Lantunan takbir, tahlil dan tahmid, mengiringi ungkapan syukur kita ke hadirat Allah SWT, atas nikmat karunia-Nya, kita dipertemukan kembali dengan fajar Iduladha 1443 H. Dalam suasana sukacita setelah melalui masa-masa genting Covid-19, kini saatnya kita dapat mengaktualisasikan kenormalan baru dalam dimensi kehidupan beragama di tengah masyarakat, memenuhi masjid-masjid maupun tanah-tanah lapang guna menunaikan ibadah sholat Iduladha secara berjamaah.

Dimensi keagamaan masyarakat Muslim Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terasa kian bergairah. Pemerintah pusat memberikan kelonggaran interaksi di ruang publik setelah masa pancaroba pandemi Covid-19 berlalu. Di tengah gairah keagamaan yang kian tinggi, kesempatan melaksanakan ibadah haji dapat diraih oleh umat Islam Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Kukar yang mendapat kesempatan ibadah haji, setelah penantian panjang selama dua tahun. Wajah-wajah gembira jamaah haji terpancar dari wajah mereka, ketika kenikmatan beribadah haji mampu diraih: menziarahi dua kota suci umat Islam, yakni Makkah dan Madinah. Menziarahi Rasulullah di Masjid Nabawi, memakai kain ihram, melaksanakan thawaf di Baitullah, berlari-lari kecil (sa’i) antara Bukit Shofa dan Marwah, melaksanakan jamarat (Jumrat a-Ula, al-Wustha, dan al-‘Aqabah), melaksanakan wuquf di Arafah, mabit di Muzdalifah, ber-tahallul, dan lain-lain.

Sholat Id sebagai Momentum Berkumpul

Tanggal 10 Zulhijjah kita merayakan Iduladha dengan sholat berjamaah di masjid-masjid atau tanah-tanah lapang. Disusul kemudian dengan berkurban (al-Udhhiyyah) bagi mereka yang berkecukupan untuk meraih keridhaan Allah ‘Azza wa Jalla di hari yang mulia. Dalam momentum pelonggaran berinteraksi pasca pandemi Covid-19, seyogianya peluang terbuka ini dimanfaatkan oleh umat Islam agar berbondong-bondong, berduyun-duyun, untuk melaksanakan sholat Id secara berjamaah. Karena sesungguhnya, sholat Id yang kita laksanakan ini pada hakikatnya adalah menguji kesadaran dan sejauh mana pola fikir dan tindakan yang kita lakukan benar-benar sejalan dengan perintah Allah. Disebutkan dalam Alquran: “…Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)….” (Q.S. Al-Kausar/108:2).

Melaksanakan sholat Id hukumnya adalah sunnah muakkadah. Pelaksanaan sholat Id, apakah di masjid maupun di lapangan, tidak menentukan mana yang lebih afdhal di antara keduanya. Fokus utama dalam sholat Id adalah berkumpulnya masyarakat untuk menyatakan kebahagiaan dengan mengumandangkan takbir, tahlil dan tahmid bersama-sama. Betapa pentingnya sholat Id, hingga Rasulullah terus-menerus mengerjakan sholat Id sepanjang hidupnya dan tidak pernah meninggalkannya. Beliau bahkan memerintah umatnya untuk keluar di hari itu menuju masjid dan tanah lapang untuk menunaikannya, menyuruh para wanita dan gadis-gadis pingitan, bahkan wanita yang haid sekalipun untuk menyaksikan kebaikan sholat Id dari kejauhan. Hadis dari Abi Sa’id Al-Khudri, ia berkata: “Rasulullah biasa keluar menuju mushalla (tanah lapang) pada hari Idulfitri dan Adha. Hal pertama yang beliau lakukan adalah sholat. Kemudian beliau berpaling menghadap manusia, di mana mereka dalam keadaan duduk di shaf-shaf mereka. Beliau memberi pelajaran, wasiat, dan perintah. Jika beliau ingin mengutus satu utusan maka diputuskannya. Atau bila beliau ingin memerintahkan sesuatu maka dirintahkannya, dan kemudian berpaling….” (HR. Bukhari 2/259-260, Muslim 3/20, dan Nasa`i 1/234).

Di masa dahulu, Nabi memang melaksanakan sholat Id di tanah lapang karena Masjid Nabawi belum mengalami perluasan seperti sekarang, sehingga sholat Id di lapangan dirasa mampu menampung jemaah lebih banyak. Di masa sekarang, sudah banyak masjid yang mampu menampung jemaah lebih banyak, termasuk digunakannya serambi dan halamannya. Imam As-Syafi’i berpendapat bahwa: “Jika masjid di suatu daerah luas (dapat menampung jemaah) maka sebaiknya sholat di masjid dan tidak perlu keluar…. karena sholat di masjid lebih utama”. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Kitab Fathul Baari (5/283), menyepakati pandangan tersebut sehingga menyimpulkan jika faktor sifat hukum yang jelas dan dapat dinalar (‘illat al-hukm) adalah agar masyarakat berkumpul (ijtima’), maka sholat Id dapat dilakukan di dalam masjid, dan melakukannya lebih utama daripada di tanah lapang”.

Kurban sebagai Momentum Mengembangan Kesadaran Sosial

Berkurban adalah kebutuhan umat Islam, selain sebagai penyempurna ibadah, juga menjadi jalan taqarrub ilallâh. Berkurban sah dilaksanakan pada hari Iduladha, yakni tanggal 10 Zulhijjah (yang disebut “Yaum al-Nahr”), dan pada tiga hari setelahnya yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah (yang disebut “al-Ayyâm al-Tasyrîq”). Diriwayatkan oleh Ahmad dari Jabir ibn Muth’im bahwa Rasulullah bersabda: “Seluruh hari Tasyriq (yaitu tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah) diperbolehkan berkurban”.

Berkurban pada hakikatnya adalah perlambang ketulusan hati seorang hamba untuk beribadah dengan mengeluarkan harta melalui hewan kurban yang disembelih sebagai rasa syukur kepada Allah. Dengan berkurban diharapkan terbangun jati diri manusia sejati, yaitu sebagai ‘abdullâh atau “insan pengabdi” yang seluruh hidupnya diserahkan untuk menghamba kepada Allah di muka bumi. Meski demikian, kurban yang diterima pahalanya di sisi Allah, hanyalah sembelihan hewan kurban yang diniatkan atas landasan takwa kepada-Nya. Mengenai hal ini Allah berfirman: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. ….” (Q.S. Al Hajj/22:37).

Ibadah kurban seharusnya juga dimaknai sebagai pendidikan kepada orang yang mampu untuk memberikan sebagian harta kekayaannya kepada umat yang membutuhkan (miskin). Dengan harapan dapat meringankan beban penderitaan mereka yang masih dalam kemiskinan. Semangat membantu meringankan penderitaan sesama manusia adalah substansi kurban yang perlu dikedepankan. Orang yang tidak memiliki semangat untuk membantu meringankan beban penderitaan orang lain, meski setiap tahunnya melaksanakan kurban, belum dapat dikatakan telah melaksanakan ibadah kurban.

Untuk itulah, ibadah kurban sudah sepantasnya dijadikan momentum yang sangat berharga untuk menggerakkan dan mengembangkan kesadaran sosial bagi sebagian orang yang memiliki aset ekonomi memadai agar melakukan pemerataan kesejahteraan. Semoga kita diberikan kelimpahan rizki untuk dapat menyisihkan sebagian dari harta yang dimiliki itu untuk melaksanakan ibadah kurban.

Seuntai doa saya tuliskan, semoga dapat di-amin-kan oleh seluruh umat Islam: Ya Allah, muliakanlah agama Islam dan kaum muslimin, hinakanlah kemusyrikan dan para pelakunya, serta tinggikanlah agama-Mu sampai Hari Kiamat.

Ya Allah, jadikanlah para pemimpin kami orang yang baik. Berikanlah taufik kepada mereka untuk melaksanakan perkara terbaik bagi diri mereka, bagi agama Islam, dan kaum muslimin. Jauhkanlah para pemimpin kami dari teman dekat yang cenderung berbuat jahat dan teman yang merusak. Dekatkanlah orang-orang baik dan pemberi nasihat terbaik kepada mereka, bantulah mereka, ya Allah, agar dapat menunaikan tugas mereka, sebagaimana yang Engkau perintahkan, wahai Tuhan semesta alam.

Ya Allah, wahai Tuhan kami, berikanlah kebaikan kepada kami dalam kehidupan di dunia dan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari azab api neraka.

Akhir kalam, semoga derajat takwa disematkan oleh Allah bagi kita semua, dan bagi umat Islam yang berkurban di tahun ini atas ketulusan niat dan kemurnian hati guna mengharapkan keridhaan dari Allah (ridhallâh fî al-Udhhiyyah). (*Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara)

Link : Beritaalternatif.com