Mahasiswi FAI Unikarta Semester 2 Antusias Dalami Dunia Kepenulisan, Gali Kiat Menjadi Penulis Hebat dari Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A

Kutai Kartanegara (12/05/2026) – Semangat literasi terus tumbuh di kalangan mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). Salah satunya ditunjukkan oleh mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam semester 2, Ade Indriani Wulandari, yang memiliki minat besar dalam dunia kepenulisan, khususnya menulis buku.

Dalam sebuah kesempatan dialog bersama narasumber Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A, Ade dengan penuh antusias mengajukan pertanyaan mengenai rahasia sukses menjadi seorang penulis. Ia bertanya, “Bagaimana kiat-kiat menjadi penulis hebat?”

Menanggapi pertanyaan tersebut, Prof. Dr. H. Mujiburrahman, M.A memberikan motivasi sekaligus sejumlah langkah penting bagi siapa saja yang ingin menekuni dunia kepenulisan.

Menurut beliau, terdapat beberapa syarat utama untuk menjadi penulis yang hebat. Pertama, seseorang harus rajin membaca buku, karena dari membaca akan lahir wawasan yang luas serta ide-ide baru dalam menulis.

Kedua, seorang penulis harus sensitif terhadap lingkungan sekitar. Hal-hal sederhana yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi inspirasi tulisan yang bernilai.

Ketiga, dibutuhkan konsentrasi agar penulis mampu menuangkan gagasan secara fokus dan terarah dalam setiap karya yang dibuat.

Keempat, seorang penulis harus memiliki sikap istikomah, konsisten, dan terus menerus menulis. Beliau juga menegaskan agar jangan pernah merasa rendah diri atau menganggap tulisan sendiri jelek, karena kemampuan menulis akan berkembang melalui proses yang panjang.

Kelima, menulis harus dijadikan sebagai passion, yakni sesuatu yang menghadirkan gairah dan rasa senang. Ketika menulis dilakukan dengan hati yang bahagia, maka proses berkarya akan terasa lebih ringan dan menyenangkan.

Ketertarikan Ade Indriani Wulandari terhadap dunia literasi menjadi contoh positif bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri di bidang akademik maupun non-akademik. Semangat belajar dan keberaniannya bertanya diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa FAI Unikarta lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi.

Zy

Kuliah Di Prodi Ekonomi Syariah UNIKARTA: Raih Gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) dan Siap Menjadi Profesional Masa Depan

Tenggarong (11/05/2026) – Program Studi Ekonomi Syariah hadir sebagai pilihan tepat bagi generasi muda yang ingin menempuh pendidikan tinggi dengan perpaduan antara ilmu ekonomi modern dan nilai-nilai Islam. Menariknya, lulusan Prodi Ekonomi Syariah akan memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.), gelar yang relevan dan memiliki peluang karier luas di berbagai sektor.

Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori ekonomi berbasis syariah, tetapi juga dibekali keterampilan praktis agar siap bersaing di dunia kerja maupun membangun usaha sendiri.

Berikut keunggulan kuliah di Prodi Ekonomi Syariah:

1. Lulus dengan Gelar Sarjana Ekonomi (S.E.)
Lulusan Prodi Ekonomi Syariah akan menyandang gelar S.E., yang membuka peluang berkarier di berbagai bidang ekonomi, baik sektor syariah maupun sektor umum.

2. Peluang Karier sebagai Analis Ekonomi Syariah
Lulusan mampu menjadi analis ekonomi syariah, kebijakan fiskal dan moneter berbasis syariah yang dibutuhkan di lembaga pemerintahan, perbankan, dan industri keuangan.

3. Siap Berkarier di Lembaga Keuangan Syariah
Mahasiswa dibekali kemampuan untuk bekerja di bank syariah, koperasi syariah, BMT, lembaga zakat, wakaf, dan berbagai institusi keuangan berbasis syariah lainnya.

4. Bisa Menjadi Peneliti dan Akademisi
Bagi yang tertarik di bidang riset, lulusan juga memiliki kemampuan melakukan penelitian dan pengembangan ekonomi syariah.

5. Mencetak Entrepreneur Muslim
Mahasiswa juga didorong menjadi wirausahawan muda yang mampu membangun bisnis halal, inovatif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

6. Berbasis Nilai Keislaman dan Etika Profesional
Selain unggul dalam bidang akademik, mahasiswa juga dibentuk menjadi pribadi yang berakhlak baik dan profesional sesuai nilai-nilai Islam.

Di tengah pesatnya perkembangan industri halal dan ekonomi syariah di Indonesia, kebutuhan tenaga profesional di bidang ini terus meningkat.

Jangan ragu memilih Prodi Ekonomi Syariah. Kuliah dapat ilmu ekonomi, memahami bisnis syariah, dan lulus bergelar Sarjana Ekonomi (S.E.)!
Zy

Ketua Prodi Ekonomi Syariah Unikarta Hadiri Penandatanganan Komitmen Bersama di Kaltim Halal Festival 2026

Samarinda (10/05/2026) – Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Kutai Kartanegara turut ambil bagian dalam kegiatan Flagship Seminar Ekonomi dan Keuangan Syariah Kaltim Halal Festival (KalaFest) 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Provinsi Kalimantan Timur, pada Minggu (10/5/2026) di Aula Maratua Lt. 4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur.

Kegiatan ini mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital di Kalimantan Timur.”

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Kutai Kartanegara, Santi Eka Panasiah, M.E., hadir bersama mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah untuk mengikuti seminar sekaligus melakukan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Timur.

Penandatanganan komitmen ini menjadi simbol sinergi antara perguruan tinggi, lembaga keuangan, pemerintah, serta berbagai stakeholder dalam mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan di daerah.

Santi Eka Panasiah menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan langkah positif untuk memberikan pengalaman langsung mengenai perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori di ruang kelas, tetapi juga mampu melihat secara langsung bagaimana kolaborasi antar lembaga dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Kutai Kartanegara menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan literasi, edukasi, serta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Timur

Zy

Prodi PAI FAI Unikarta Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur RPL Tipe A

Tenggarong, [09/05/2016] — Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara membuka kesempatan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau Tipe A. Jalur ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang telah memiliki pengalaman belajar, pengalaman kerja, pelatihan, sertifikat kompetensi, maupun riwayat pendidikan sebelumnya untuk melanjutkan pendidikan formal pada jenjang sarjana.

Dekan Fakultas Agama Islam Unikarta, Habib Zainuri, M.Pd., menjelaskan bahwa RPL merupakan bentuk pengakuan terhadap capaian pembelajaran seseorang yang telah diperoleh sebelum masuk perguruan tinggi. Capaian tersebut dapat berasal dari pendidikan formal, pendidikan nonformal, pendidikan informal, maupun pengalaman kerja yang relevan dengan program studi yang dituju. Dalam ketentuan nasional, RPL dibagi menjadi RPL Tipe A untuk melanjutkan pendidikan formal dan RPL Tipe B untuk penyetaraan kualifikasi tertentu bagi calon dosen.

“Jalur RPL Tipe A ini kami buka sebagai bentuk perluasan akses pendidikan tinggi. Banyak masyarakat yang sebenarnya telah memiliki pengalaman mengajar, pengalaman berorganisasi, pengalaman kerja di lembaga pendidikan, mengikuti pelatihan, memiliki sertifikat, atau pernah menempuh pendidikan tinggi sebelumnya. Melalui RPL, pengalaman dan pembelajaran yang telah mereka miliki dapat dinilai secara akademik untuk menentukan pengakuan capaian pembelajaran,” jelas Habib Zainuri, M.Pd.

Menurutnya, RPL Tipe A bukan berarti kuliah tanpa proses akademik, melainkan proses pengakuan secara terukur terhadap capaian pembelajaran yang relevan dengan kurikulum Program Studi PAI. Pengakuan tersebut dapat diberikan dalam bentuk perolehan satuan kredit semester terhadap mata kuliah tertentu, setelah melalui proses pemeriksaan, verifikasi, validasi, dan penilaian oleh tim penilai RPL.

Dalam petunjuk teknis RPL di perguruan tinggi, RPL Tipe A dilakukan melalui dua mekanisme, yaitu transfer kredit dan perolehan kredit. Transfer kredit diberikan bagi calon mahasiswa yang pernah menempuh pendidikan pada program studi di perguruan tinggi sebelumnya. Sementara itu, perolehan kredit diberikan atas dasar pendidikan nonformal, informal, atau pengalaman kerja setelah lulus pendidikan menengah atas atau sederajat.

“Misalnya ada calon mahasiswa yang pernah kuliah sebelumnya, maka transkrip akademik dan dokumen pendukungnya dapat dinilai untuk melihat kesetaraan dengan mata kuliah di Prodi PAI. Ada pula calon mahasiswa yang belum pernah kuliah, tetapi memiliki pengalaman kerja, pengalaman mengajar, sertifikat pelatihan, atau portofolio yang relevan. Itu juga dapat diajukan melalui mekanisme perolehan kredit,” tambah Dekan FAI Unikarta.

Habib Zainuri menegaskan bahwa proses RPL tetap mengedepankan mutu akademik. Tidak semua pengalaman otomatis diakui sebagai mata kuliah. Setiap dokumen akan dinilai berdasarkan kesesuaiannya dengan capaian pembelajaran mata kuliah pada kurikulum Prodi PAI. Bukti yang diajukan harus valid, autentik, terkini, dan memadai, sehingga pengakuan yang diberikan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

Adapun dokumen yang dapat disiapkan calon pendaftar antara lain ijazah, transkrip akademik, surat keterangan pernah menempuh mata kuliah, silabus atau RPS dari perguruan tinggi sebelumnya, daftar riwayat pekerjaan, sertifikat pelatihan, sertifikat kompetensi, surat keterangan kerja, portofolio pengalaman, penghargaan, penilaian kinerja, serta dokumen lain yang relevan dengan bidang Pendidikan Agama Islam. Ketentuan teknis RPL juga menyebutkan bahwa bukti portofolio dapat digunakan untuk menilai capaian pembelajaran yang diperoleh dari pendidikan formal, nonformal, informal, maupun pengalaman kerja.

Dalam pelaksanaannya, calon mahasiswa akan mengikuti beberapa tahapan, mulai dari pendaftaran, pengisian formulir, konsultasi dengan tim RPL, pengumpulan portofolio, penilaian dokumen, wawancara, hingga penetapan hasil rekognisi. Apabila diperlukan, tim penilai juga dapat meminta bukti tambahan atau melakukan penilaian lanjutan untuk memastikan kesesuaian kompetensi calon mahasiswa dengan capaian pembelajaran mata kuliah.

“RPL ini bukan jalan pintas, tetapi jalan penghargaan. Negara memberikan ruang agar pengalaman belajar masyarakat tidak hilang begitu saja. FAI Unikarta melalui Prodi PAI ingin menghadirkan layanan pendidikan yang lebih terbuka, inklusif, dan tetap bermutu. Karena itu, setiap calon mahasiswa yang mendaftar melalui jalur RPL akan kami dampingi sejak tahap awal agar memahami prosedur, dokumen, dan mekanisme penilaiannya,” ujar Habib Zainuri.

Ia juga menjelaskan bahwa pengakuan SKS melalui RPL memiliki batasan sesuai ketentuan. Dalam petunjuk teknis, jumlah maksimal capaian pembelajaran yang dapat diakui adalah 70 persen dari total SKS beban belajar minimal suatu program pendidikan tinggi. Artinya, mahasiswa tetap wajib menempuh sisa mata kuliah sesuai kurikulum Prodi PAI FAI Unikarta sampai memenuhi seluruh capaian pembelajaran lulusan.

Pembukaan jalur RPL Tipe A ini diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi guru, tenaga kependidikan, aktivis pendidikan Islam, pengelola lembaga keagamaan, alumni pondok pesantren, praktisi dakwah, serta masyarakat umum yang memiliki pengalaman relevan untuk melanjutkan studi pada Program Studi Pendidikan Agama Islam FAI Unikarta.

“Harapan kami, jalur RPL ini menjadi pintu bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik, memperkuat kompetensi keilmuan, dan memperoleh pengakuan pendidikan formal secara sah. Prodi PAI FAI Unikarta siap menjadi rumah akademik bagi calon mahasiswa yang ingin bertumbuh, mengabdi, dan berkontribusi dalam dunia pendidikan Islam,” tutup Habib Zainuri, M.Pd.

Bagi masyarakat yang berminat melanjutkan studi melalui jalur RPL Tipe A, pendaftaran mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara dapat dilakukan secara online melalui laman resmi SPMB Unikarta pada tautan https://spmb.unikarta.ac.id/. Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui Sekretariat Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara.

 

Zy

Prodi Ekonomi Syariah FAI Unikarta Ikuti Penandatanganan Perluasan Literasi Wakaf pada KalaFest 2026

Samarinda (08/05/2026) — Program Studi Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara turut berpartisipasi dalam prosesi penandatanganan simbolis perluasan literasi wakaf pada kegiatan Opening Ceremony Kalimantan Halal Festival atau KalaFest Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 8 Mei 2026, bertempat di Islamic Center Samarinda.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah Provinsi Kalimantan Timur. KalaFest 2026 mengangkat tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital di Kalimantan Timur.”

Dalam kegiatan tersebut, Program Studi Ekonomi Syariah FAI Unikarta diwakili oleh Kaprodi Ekonomi Syariah, Santi Eka Panasiah. Kehadiran Prodi Ekonomi Syariah FAI Unikarta menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung penguatan literasi ekonomi syariah, khususnya pada aspek wakaf sebagai instrumen sosial-ekonomi umat.

Prosesi seremoni KalaFest 2026 memuat sejumlah agenda penting, di antaranya peluncuran program unggulan berupa website KDEKS, program unggulan wakaf, serta Gerakan Pangan Murah serentak se-Kalimantan Timur. Selain itu, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan dan penandatanganan simbolis berbagai program strategis pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Salah satu agenda utama dalam seremoni tersebut adalah penandatanganan terkait perluasan literasi wakaf yang melibatkan KNEKS, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Kanwil Kementerian Agama, Badan Wakaf Indonesia, dan perguruan tinggi. Keterlibatan perguruan tinggi dalam agenda ini diharapkan dapat memperkuat peran kampus sebagai pusat edukasi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat dalam bidang wakaf.

Melalui partisipasi ini, Program Studi Ekonomi Syariah FAI Unikarta menegaskan perannya dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi syariah di Kalimantan Timur. Literasi wakaf tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai gerakan produktif yang dapat berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kegiatan KalaFest 2026 juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, perguruan tinggi, pelaku usaha, pesantren, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan. Sinergi tersebut menjadi penting dalam mendorong transformasi wakaf agar semakin dikenal, dipahami, dan dimanfaatkan secara produktif.

Dengan adanya penandatanganan perluasan literasi wakaf ini, Program Studi Ekonomi Syariah FAI Unikarta diharapkan dapat semakin aktif menghadirkan program edukasi, kajian, serta pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan wakaf dan ekonomi syariah. Langkah ini sekaligus menjadi kontribusi nyata FAI Unikarta dalam mendukung akselerasi ekonomi dan keuangan syariah di Kalimantan Timur.

Zy

ANCIESE FAI Unikarta Diharapkan Mendorong Pendidikan Islam di Kukar Menghasilkan SDM Unggul

Tenggarong – Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten (Setda Kab) Kutai Kartanegara (Kukar) Ahyani Fadianur Diani menghadiri The Ist Annual Conference on Islamic Education and Sharia Economy (ANCIESE) 2025 Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Selasa (18/11) di Pendopo Wakil Bupati Kukar.

Hadir pada acara itu Unsur Forkopimda Kukar, Anggota DPRD Kukar, Organisasi Perangkat Daerah, Kemenag Kukar, Satgas BPJPH Kaltim, Perwakilan BI Kaltim,Keynote Speaker Prof. Dr. Eva Latipah, S.Ag., S.Psi., M.Si. (Ketua Umum PPPAII / Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), Plenary Speaker Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Ag. (Pakar Kurikulum PAI / Guru Besar UIN Sultan AM. Idris Samarinda), Plenary Speaker Prof. Dr. Hj. Darmawati, M.Hum. (Pakar Ekonomi Syariah / Guru Besar UIN Sultan AM. Idris Samarinda), Rektor Unikarta Prof. Dr. Ir. Ince Raden, M.P beserta jajaran Rektorat, para Dekan, DMI Kukar, Kepala Sekolah Mitra FAI Unikarta, Perbankan dan organisasi mahasiswa serta undangan lainnya.

Pada acara itu juga dilakukan pengukuhan Lembaga Pendamping Proses Produk Halal Unikarta, dan Ikatan Keluarga Alumni FAI Unikarta oleh Rektor Unikarta Prof Ince Raden disaksikan Asisten II Ahyani fadianur.

Ahyani menyampaikan sambutan Bupati dr Aulia Rahman Basri mengatakan Pemkab Kukar menyambut gembira kegiatan ini dan memberikan apresiasi kepada Unikarta, khususnya FAI yang telah sukses menginisiasi konferensi ilmiah ini.

Menurutnya, ANCIESE 2025 hadir untuk mewadahi pembahasan isu-isu aktual seputar Pendidikan Islam dan Ekonomi Syariah melalui paradigma pengetahuan yang integratif dan interdisipliner. Konferensi ini, diyakini akan menjadi forum strategis untuk mendorong sintesis antara ilmu-ilmu keislaman dengan ilmu-ilmu modern. Dengan mempertemukan para akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan, Saya sepakat bahwa forum ANCIESE ini berfungsi sebagai sarana curah gagasan, serta ide-ide yang solusional untuk menghasilkan temuan ilmiah yang aplikatif.

Di tengah era yang sarat dengan tantangan multidimensi, mulai dari disrupsi teknologi, pasar kerja yang dinamis, hingga tuntutan pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals), tema “Transforming the Paradigm of Islamic Education and Sharia Economy Towards 21st Century Global Competitiveness” hadir sebagai sebuah respons yang sangat relevan dan tepat waktu.

Maka betapa mendesaknya transformasi pada dua pilar utama. Pertama, Pendidikan Islam yang dituntut untuk melakukan reorientasi kurikulum; tujuannya tidak lagi sekadar membentuk insan berakhlak, tetapi juga melahirkan SDM unggul yang adaptif, melek digital, dan siap berkontribusi. Kedua, Ekonomi Syariah harus dipercepat implementasinya. Sistem ini perlu didorong sebagai solusi alternatif yang menawarkan keadilan, etika, dan resiliensi dalam menghadapi ketidakpastian finansial global.
Bagi Kukar sebagai kabupaten yang memegang posisi strategis menjadi mitra strategis Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, pembaruan pada kedua sektor ini bukanlah pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Hanya melalui transformasi inilah visi pembangunan daerah yang sejahtera dan berkeadilan dapat diwujudkan.

Ia menaruh harapan besar pada konferensi ini, diharakan menghasilkan rekomendasi strategis dan inovatif yang dapat diimplementasikan untuk memastikan bahwa Pendidikan Islam di Kukar mampu menghasilkan SDM unggul, dan Ekonomi Syariah dapat menjadi pilar yang bersifat tangguh, adil, dan berkontribusi nyata pada kesejahteraan global dan lokal.

“Saya turut mendoakan semoga forum intelektual ini berjalan lancar, produktif, dan mampu melahirkan jaringan kolaborasi riset baru serta kontribusi pemikiran yang bermanfaat bagi umat dan bangsa,” demikian ujrnya. (prokom04)

Sumber : Kukar PAPER

FAI Unikarta Dorong Pembaruan Kurikulum serta Integrasi Keilmuan Lewat Konferensi Pendidikan Islam dan Ekonomi Syariah

 Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) mendorong lahirnya rekomendasi strategis dari penyelenggaraan The First Annual Conference on Islamic Education and Sharia Economy yang digelar pada Selasa (18/11/2025).

Konferensi akademik perdana ini diharapkan memberi dampak nyata bagi reformasi kurikulum, penguatan kajian keilmuan, hingga pengembangan ekonomi syariah yang lebih aplikatif di tingkat masyarakat.

Hal itu disampaikan Dekan Fakultas Agama Islam Unikarta, Dr. H. Mubarak, dalam wawancara dengan media ini pada Rabu (19/11/2025).

Dia menekankan bahwa keluaran kegiatan ini tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga harus menghasilkan kebermanfaatan langsung bagi daerah dan masyarakat.

“Kontribusi keilmuan ini sejalan dengan harapan kita untuk membawa dampak positif, baik pada bidang pendidikan Islam maupun ekonomi syariah. Kita ingin ada jembatan yang memungkinkan ilmu yang berkembang di kampus ini bisa dikontribusikan langsung kepada masyarakat,” jelasnya.

Dr. H. Mubarak menyebut bahwa perkembangan teknologi digital harus menjadi arus utama perubahan dalam pendidikan Islam.

“Di era digital ini, sarana edukasi harus menyesuaikan. Termasuk penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran di pendidikan Islam,” ungkapnya.

Sementara di sektor ekonomi syariah, ia menegaskan perlunya kolaborasi dengan lembaga-lembaga pengembangan keuangan dan bisnis syariah.

“Kita ingin ada koneksi yang kuat antara kampus dengan pengembangan syariah. Harapannya ada benang merah yang bisa dikembangkan ke arah penguatan ekonomi syariah di masyarakat,” tambahnya.

Dr. H. Mubarak menyoroti pentingnya mengintegrasikan ilmu-ilmu keislaman dengan ilmu modern.

“Ilmu keislaman tidak boleh dianggap jenuh. Ilmu modern harus bisa berkontribusi dan bersatu dengan ilmu keislaman,” tegasnya.

Dia menjelaskan bahwa pasca konferensi, fakultas akan mendorong beberapa langkah strategis:

Pertama, di bidang pendidikan Islam: Reorientasi kurikulum berbasis local wisdom dan modernisasi metode ajar, penguatan materi belajar dan berkurang serta budaya Islam Kutai sebagai muatan lokal, serta tahun 2026, FAI akan mengajukan kurikulum baru untuk Prodi PAI sebagai bagian dari pembaharuan akademik.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam tidak hanya untuk kalangan muslim, tapi nilai-nilainya universal dan dapat diterapkan lebih luas,” jelasnya.

Kedua, di bidang Ekonomi Syariah: Pembentukan kemitraan strategis dengan instansi pemerintah, khususnya LPP3 dan lembaga penjaminan halal; dorongan implementasi standar halal dalam penyembelihan dan produk pangan, serta sosialisasi dan penguatan Prodi Ekonomi Syariah kepada publik karena masih baru berkembang.

Dr. H. Mubarak menyatakan bahwa perkembangan pendidikan agama Islam (PAI) dan ekonomi syariah di era digital menghadapi tantangan signifikan.

Namun, menurutnya, justru Islam menawarkan solusi substantif jika mampu dikembangkan secara adaptif, integratif, dan berbasis kolaborasi lintas sektor.

Menurut dia, terdapat perbedaan mendasar antara penerapan mata pelajaran PAI di sekolah umum dengan madrasah.

“Kalau di sekolah umum, PAI hanya satu mata pelajaran dan tidak boleh dibagi-bagi. Di madrasah, variannya lebih banyak sehingga pendalaman lebih luas dan fleksibel,” jelasnya.

Karena itu, menurut Dr. H. Mubarak, PAI perlu didorong agar tetap memiliki kekhasan di sekolah umum meskipun materi terbatas, sekaligus terus dikembangkan secara mendalam di madrasah. Integrasi digital juga menjadi elemen penting dalam pengajaran modern.

Dalam bidang ekonomi syariah, tantangan utama adalah kurangnya keterlibatan akademisi dalam praktik keuangan syariah.

“Bank-bank syariah lebih banyak dipahami dan dijalankan oleh praktisi perbankan. Akademisi belum banyak terlibat dalam pengembangan teknisnya,” katanya.

Ia menilai perlu jembatan kolaboratif antara akademisi, perbankan syariah, lembaga keuangan non-bank, dan lembaga zakat, termasuk pegadaian syariah.

“Ada lembaga seperti pegadaian syariah, BAZNAS, dan lainnya. Nilai-nilai Islam semestinya bisa menjangkau kebutuhan teknis masyarakat. Itu yang kita dorong ke depan,” tambahnya.

Dia mengungkapkan beberapa langkah strategis untuk penguatan pendidikan Islam dan ekonomi syariah:

Pertama, pendidikan Islam: Mendorong kekhasan PAI di sekolah umum agar tidak sekadar sebagai mata pelajaran pelengkap, pembaruan kurikulum berbasis nilai lokal dan digitalisasi pembelajaran, pengusulan kurikulum baru untuk Prodi PAI pada 2026, dan penegasan bahwa nilai-nilai pendidikan Islam bersifat universal, tidak hanya untuk pemeluk agama Islam.

Kedua, Ekonomi Syariah: Penguatan kemitraan dengan instansi terkait, termasuk LP3, badan penjamin halal, dan lembaga keuangan syariah; pengenalan Prodi Ekonomi Syariah secara lebih luas, serta fokus pada penerapan langsung seperti sertifikasi halal dan standar penyembelihan syariah.

Dr. H. Mubarak memastikan konferensi tahun ini bukan akhir, tetapi awal pembentukan forum akademik berkelanjutan. Ke depan, FAI Unikarta ingin mendatangkan narasumber dari luar negeri secara langsung.

“Kemarin ada penulis prosiding dari Filipina dan negara lain, tapi baru sebatas kontribusi tulisan. Ke depan, kami berharap mereka bisa hadir sebagai pemateri utama,” ujarnya.

FAI Unikarta telah memiliki jaringan kerjasama internasional. Namun, Dr. H. Mubarak menyebut permasalahan pendanaan dan honorarium dolar masih menjadi tantangan utama. (*)

Sumber : Berita Alternatif

FAI Unikarta Gelar Konferensi Internasional ANCIESE 2025, Bahas Transformasi Pendidikan Islam dan Ekonomi Syariah di Era Digital

Tenggarong, (3/12/2025). Fakultas Agama Islam Universitas Kutai Kartanegara (FAI Unikarta) akan menggelar The 1st Annual Conference on Islamic Education and Sharia Economy (ANCIESE) pada 18 November 2025 di Pendopo Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Jalan Wolter Monginsidi, Tenggarong.

Konferensi ilmiah tahunan ini mengangkat tema Transforming the Paradigm of Islamic Education and Sharia Economy Towards 21st Century Global Competitiveness.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk merespons tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi, perkembangan kecerdasan buatan (AI), hingga isu keberlanjutan yang selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).

Kondisi tersebut menuntut pendidikan Islam dan ekonomi syariah untuk bertransformasi dan menghadirkan solusi berbasis nilai-nilai Islam.

Ketua panitia, Mukmin menjelaskan, Revolusi Industri 4.0/5.0 dan perkembangan AI secara fundamental mengubah struktur sosial dan ekonomi.

“Pendidikan Islam dituntut melakukan reorientasi kurikulum agar relevan dengan kebutuhan masa kini—tidak hanya fokus pada keilmuan teologis, tetapi juga mengintegrasikan kompetensi digital dan keterampilan abad ke-21,” jelasnya kepada awak media Berita Alternatif pada Senin (17/11/2025).

Di bidang ekonomi syariah, lanjutnya, tantangan terbesar mencakup rendahnya literasi keuangan syariah, kurangnya SDM profesional, serta kebutuhan inovasi sistem untuk melampaui konsep islamic window dan benar-benar menerapkan prinsip Maqashid Syariah.

Ia menyebut ANCIESE 2025 hadir untuk mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan guna mendorong lahirnya gagasan baru, inovasi, dan rekomendasi strategis yang aplikatif.

Konferensi ini, jelas Mukmin, bertujuan menyediakan wadah ilmiah bagi mahasiswa, peneliti, dan akademisi di bidang Pendidikan Islam dan Ekonomi Syariah; mendorong kolaborasi riset lintas institusi; mengidentifikasi peluang integrasi nilai-nilai Islam dalam sistem pendidikan dan ekonomi kontemporer, serta menerbitkan prosiding ber-ISBN untuk artikel terpilih.

Adapun luaran kegiatan, sambungnya, mencakup terselenggaranya sesi pleno dan presentasi ilmiah berkualitas, peningkatan wawasan peserta, terbentuknya jejaring riset nasional dan internasional, hingga kontribusi rekomendasi strategis bagi sektor pendidikan Islam dan ekonomi syariah.

Konferensi ini membuka ruang diskusi untuk dua rumpun besar: Pertama, Pendidikan Islam: Kurikulum dan metodologi pembelajaran, inovasi teknologi pendidikan Islam (Edutech), manajemen lembaga pendidikan Islam, pendidikan karakter dan moderasi beragama, serta filsafat dan sejarah pendidikan Islam.

Kedua, Ekonomi Syariah: Transformasi perbankan syariah di era digital; fintech syariah, takaful, hingga pasar modal syariah; pemberdayaan ekonomi umat (ZISWAF); hukum dan tata kelola ekonomi syariah, serta ekonomi berkelanjutan perspektif syariah dan SDGs.

Sejumlah tokoh akademik terkemuka akan hadir, di antaranya Ketua Umum PPPAII, Prof. Dr. Eva Latipah (Keynote Speaker); Rektor Unikarta, Prof. Dr. Ir. Ince Raden (Welcoming Speaker); Guru Besar UINSI Samarinda, Prof. Dr. Muhammad Nasir; Guru Besar Ekonomi Syariah UINSI, Prof. Dr. Hj. Darmawati, dan Dekan FAI Unikarta, Dr. H. Mubarak.

Kegiatan akan dimulai pukul 07.30 WITA dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan, pembacaan ayat suci Alquran, sambutan Rektor, keynote speech, dan sesi pleno hingga selesai.

Mukmin mengungkapkan bahwa konferensi terbuka bagi akademisi, dosen, peneliti, mahasiswa S1-S3, praktisi, profesional, serta masyarakat umum yang memiliki minat pada isu-isu pendidikan Islam dan ekonomi syariah.

“Pemakalah merupakan peneliti yang karya ilmiahnya lolos seleksi call for papers,” pungkasnya. (*)

Sumber :  Berita Alternatif

Workshop Penyusunan RPS Berbasis OBE di FAI Unikarta Berjalan Lancar

Tenggarong, (4/9/2025). Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) sukses menyelenggarakan Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome Based Education (OBE). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dekan, Wakil Dekan I, II, dan III, Ketua dan Sekretaris Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) serta Ekonomi Syariah (ES), dan seluruh dosen di lingkungan kedua program studi tersebut.

Workshop yang berlangsung penuh kekhidmatan ini menjadi momentum penting dalam peningkatan kualitas pembelajaran di FAI Unikarta. Seluruh peserta aktif terlibat dalam proses penyusunan RPS yang mengacu pada prinsip OBE, dengan harapan dapat menghasilkan dokumen ajar yang relevan, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam kegiatan ini, penyusunan RPS OBE didampingi secara langsung oleh Wakil Dekan I FAI, Bapak Habib Zainuri, M.Pd. Beliau menekankan pentingnya peran dosen dalam merancang pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman. “Harapannya setelah dilaksanakan workshop ini, semua dosen bisa menyusun RPS sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, dan memberikan dampak positif bagi semua pengguna lulusan mahasiswa FAI Unikarta,” ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa workshop ini sejalan dengan kurikulum terbaru DIKTISAINTEK, yaitu kurikulum berdampak, yang tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga relevansi dan kontribusi nyata lulusan di tengah masyarakat. Dengan demikian, RPS yang disusun bukan sekadar dokumen formal, tetapi menjadi panduan nyata dalam mencetak generasi yang unggul, kompetitif, dan berdedikasi.

Melalui kegiatan ini, FAI Unikarta menunjukkan komitmen kuat dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, visioner, dan responsif terhadap kebutuhan global. Diharapkan, keberhasilan workshop ini menjadi langkah awal menuju terciptanya lulusan yang tidak hanya berilmu, tetapi juga berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

FAI UNIKARTA GELAR YUDISIUM Ke-38, LULUSKAN 60 SARJANA DAN JALIN KERJA SAMA BEASISWA DENGAN LAZ DPU KALTIM

FAI.UNIKARTA.AC.ID – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) sukses menyelenggarakan acara Yudisium ke-38 Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang dirangkai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementing Arrangement (IA) bersama Lembaga Amil Zakat Dana Peduli Ummat (LAZ DPU) Provinsi Kalimantan Timur. Acara yang berlangsung khidmat ini dihelat di Aula Serbaguna Perpustakaan Daerah Kutai Kartanegara pada hari Kamis (14/8/2025). Kegiatan ini menjadi momentum istimewa yang menandai dua pencapaian penting: pelepasan 60 sarjana baru ke tengah masyarakat dan peresmian kerja sama strategis untuk membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas melalui program beasiswa. Hadir dalam acara tersebut jajaran pimpinan universitas dan yayasan, antara lain Ketua Yayasan Kutai Kartanegara Agus Setia Gunawan, S.Sos., M.Si., Wakil Rektor I Unikarta Dr. Sudirman, S.IP, M.Si dan Ketua Senat FAI Unikarta Budi Yusuf, S.Pd.I, M.Pd., Ketua LAZ DPU Kaltim Adiwijaya, S.Pd., beserta seluruh civitas akademika FAI Unikarta yang turut merayakan kelulusan para mahasiswanya.

Dekan FAI Unikarta, Dr. H. Mubarak, M.Pd.I. dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan bangga atas kelulusan 60 yudisiawan dan yudisiawati pada tahun ini. Beliau menyoroti pencapaian luar biasa dari angkatan 2021 yang menjadi kelompok terbesar dengan total 35 orang dan berhasil menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 7 bulan. “Alhamdulillah, angkatan 2021 menjadi yang terbanyak dan berhasil lulus cepat. Ini sejalan dengan semangat Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi yang mendorong mahasiswa untuk lulus tepat waktu,” ujar Mubarak dalam sambutannya.  Selain angkatan 2021, yudisium kali ini juga meluluskan mahasiswa dari angkatan sebelumnya, dengan rincian 14 orang dari angkatan 2020, 4 orang dari angkatan 2019, dan 7 orang dari angkatan 2018. Para lulusan dari Program Studi PAI ini, sesuai dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 33 Tahun 2016 tentang Pembidangan Ilmu di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, berhak menyandang gelar akademik Sarjana Pendidikan (S.Pd.). Mubarak berpesan agar para alumni dapat segera mengaplikasikan ilmunya dan memberikan kontribusi nyata di masyarakat, baik sebagai tenaga pendidik profesional maupun dalam profesi lainnya. “Harapan kami, Yudisiawan dan Yudisiawati tidak berhenti di jenjang S1. Kalau bisa, lanjutkan studi ke jenjang S2 untuk meningkatkan kapasitas diri dan daya saing,” tambahnya.

 

Momen yudisium kali ini juga menjadi saksi penandatanganan kerja sama penting antara FAI Unikarta dengan LAZ DPU Kaltim. Sinergi ini diwujudkan dalam bentuk program beasiswa yang ditujukan bagi calon mahasiswa baru Program Studi Ekonomi Syariah (ES). Dekan FAI Unikarta menjelaskan bahwa kerja sama ini berupa Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementing Arrangement (IA) untuk teknis pelaksanaannya. Bentuk beasiswa yang ditawarkan sangat bervariasi untuk menjawab berbagai kebutuhan calon mahasiswa. “Ada skema beasiswa penuh (Full Cost/Full Scholarship), ada juga beasiswa stimulan berupa bantuan biaya awal kuliah dan uang pangkalnya (admission fee-tuition fee). Kami pada prinsipnya menerima bantuan ini, dan proses seleksi serta progresnya kami serahkan kepada pihak LAZ DPU,” terangnya.

Direktur LAZ DPU Kaltim, Adi Wijaya, S.Pd. menyambut baik kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah salah satu pilar utama program pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di lembaganya. “Program pendidikan melalui beasiswa ini adalah amanah dan tanggung jawab kami untuk menyalurkan kepercayaan para donatur agar manfaatnya terasa tepat sasaran. Kerja sama dengan institusi pendidikan seperti Unikarta memastikan penyaluran ini berjalan efektif,” kata Adi Wijaya. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kerja sama ini bersifat dua arah. Selain beasiswa, mahasiswa FAI Unikarta juga diberi kesempatan untuk belajar dan aktif terlibat dalam dunia pengelolaan zakat melalui program-program yang ada di LAZ DPU.

Kerja sama antara FAI Unikarta dan LAZ DPU Kaltim dirancang untuk berkelanjutan dan berkembang lebih luas. Mubarak memaparkan bahwa kolaborasi ini tidak akan berhenti pada program beasiswa saja. “Ke depannya, kami akan meningkatkan kerja sama dalam kegiatan pengumpulan ZIS di lingkungan kampus, membangun inkubator bisnis bagi mahasiswa, hingga program pendayagunaan zakat produktif,” pungkasnya. “Bahkan, kami juga menjajaki kemungkinan untuk membuka unit layanan seperti Baitul Maal wat Tamwil (BMT) atau Bank Mini di kampus.”

 

Dengan adanya sinergi strategis ini, FAI Unikarta dan LAZ DPU Kaltim berharap dapat memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul di bidang ekonomi syariah, tetapi juga dalam menggerakkan roda pemberdayaan ekonomi umat secara nyata dan berkelanjutan. (Mbr01)