Islam adalah agama yang rahmatan lil’alamin, hadirnya Islam diantara keyakinan yang telah dianut umat manusia di muka bumi adalah sebagai bentuk rahmat yang diturunkan oleh Allah SWT untuk sekalian alam dan menjadi petunjuk bahwa Allah SWT itu ada dan sebagai bukti bahwa Allah SWT senantiasa selalu bersama hamba-hamba-Nya, mencintai, menjaga, dan memberi kasih sayang.

Semua bentuk aktivitas dimuka bumi ini tidak terlepas dari berkat ridho Allah SWT, Diturunkan-Nya Al Qur`an sebagai pedoman hidup dan landasan hukum bagi umat Islam di muka bumi dalam menentukan langkah.

Apapun masalah yang menimpa, sebaiknya berusahalah untuk menghadapinya, mulai berbenah diri memperbaiki segalanya jika terdapat kekeliruan,kesalahan. Kesalahan adalah keberhasilan yang tertunda, teruslah mencari jalan keluar dan terus berusaha.

Jika kita memiliki sebuah harapan untuk meraih sesuatu, memang kita di hadapakan dengan masalah yang cukup besar sebagai suatu ujian. Namun masalah itulah yang membuat kita besar, namun jika kita menyerah tanpa ada kemauan dan usaha, maka kita tidak akan mendapat hasil apapun.

Kita ingin lebih baik,kita ingin menyelesaikan masalah dan kita ingin meraih sesuatu tentunya dengan kemauan kita untuk mewujudkannya, jika kita malas tentu kita tak akan mendapat apa-apa.

Berusahalah untuk meraihnya, berusahalah menjadi yang terbaik. Tentu anda akan mendapatkan hasil yang terbaik dan hidup anda jadi lebih baik lagi. Allah selalu menolong hamba-hambaNya yang berusaha, dan Allah menciptakan masalah agar kita menjadi pribadi yang pandai, kuat dan tangguh dalam menghadapi kehidupan.

Allah SWT tidak Manginginkan hamba-Nyagampang menyerah, lari dari masalah dan bermalas-malasan, karena sesungguhnya manusia yang demikian itu adalah temannya setan.

Al Qur`an telah menegaskan kepada kita dalam surah Ar Ra`d ayat 11

…إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ…

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri”.

Hidup memang selalu di hadapkan pada suatu pilihan. Ketika Allah SWT menguji suatu hamba-Nya pada persoalan kehidupan (harta, sahabat, keluarga dan lingkungan sosial) yang kita termasuk di dalamnya kadang kita selalu melihat kehidupan orang lain yang lebih bahagia dari kita. Kemudian kita membandingkan apa yang kita punya dan yang kita hadapi dengan mereka.

Padahal belum tentu kita akan menjadi lebih baik jika kita di hadapkan pada situasi kehidupan yang sedang orang lain jalani. Kita harus berpikir bahwa apa yang kita punya, apa yang kita hadapi adalah jalan dari Allah SWT, dan tentu itu yang terbaik yang Allah SWT berikan kepada kita. Kita hanya di haruskan bersyukur dan bersabar.

Bersyukur terhadap apa yang kita miliki, bersabar dengan apa yang kita jalani. Jika kita sabar dan bersyukur tentu itu lebih baik bagi kita, dan kita akan semakin dekat dengan Allah SWT, iman dan pahala kita juga memiliki nilai lebih di hadapan Allah SWT.

Beda dengan orang yang selalu membandingkan apa yang kita punya dengan orang lain. Hidupnya tentu kurang bahagia. Belajarlah menghargai orang yang di sekeliling anda, belajar bersukur dengan apa yang kita miliki, dan belajar bersabar dengan apa yang kita hadapi semoga menjadi gudang amal di hadapan Allah SWT.

Al Qur`an menegaskan kepada kita dalam surah Al Baqarah ayat 216:

…وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui“

Berpikir positif dan berprasangka baik, belajarlah menghargai orang disekeliling, bersyukur dengan apa yang kita miliki, bersabar dengan apa yang kita hadapi, terus berusaha untuk merubah kehidupan, selalulah bermohonakan diberi rahmat dan ridho Allah SWT, perubahan hidup berkat rahmat dan ridho serta berkah dari Allah SWT adalah sesungguhnya tujuan kehidupan di alam dunia ini, dan segudang amal baik kita selagi hidup di alam dunia sebagai bekal menuju kehidupan kelak di akhirat.

Putus asa adalah hal yang memang manusiawi, namun jika kita berlarut-larut dalam keputus asaan maka rahmat Allah SWT pun terputus. Orang yang berputus asa pikirannya sempit, melihat suatu masalah itu hanya dari nilai sisi negatifnya saja. Tidak bisa melihat jalan keluar dan akan membuat diri semakin terpuruk dan terputusnya suatu kehidupan.

Bayangkan betapa sempitnya kehidupan yang sedang di jalani bagi orang yang putus asa dan mudah menyerah. Apapun masalah yang kita hadapi,  Allah SWT berikan kesempatan kepada kita, bahwa kita mampu menghadapi masalah yang sedang kita hadapi. Apa pun yang kita hadapi , kita pasti bisa melewatinya, ingatlah bahwa sesungguhnyaAllah SWT itu sangatlah dekat dan pertolongan pasti akan datang.

Bukalah mata dan pikiran kita, berpikirlah bahwa kita adalah seorang manusia yang telah di beri akal, dengan akal kita mampu mengolah dan memecahkan persoalan yang sedang kita hadapai. Allah SWT memberikan ujian kepada kita tidaklah melebihi batas kemampuan kita, dan Allah SWT akan selalu bersama orang-orang yang sabar.

Hidup adalah perjuangan, dan hidup bagian dari masalah. Sedangkan masalah itu sendiri yang membuat hidup kita lebih dewasa dan bijak. Bersabar dan yakinlah kita bisa.

Al Qur`an menegaskan kepada kita dalam surah Al Baqarah ayat 286:

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ…

“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Dikatakan dalam pembahasan diatas, jika kita yakin dan tidak berputus asa, kita pasti bisa menghadapi masalah, karena bagi orang yang memandang suatu masalah adalah suatu jalan menuju kemenangan atau keberhasilan maka orang tersebut akan selalu melihat jalan meskipun dalam keadaan sulit sekalipun, focus pada suatu tujuan, dan lakukanlah hal yang terbaik yang bisa kita lakukan.

Kita harus berjalan pada suatu proses dan bersabar di dalamnya untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Artinya kita akan berjalan pada situasi sulit dan akan mendapatkan jalan terbaik untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Jadi bagi orang-orang yang tidak putus asa dari rahmat Allah SWT senantiasa mampu berpikir positip dan selalu melihat jalan dalam setiap kesulitan.

Berpikir atau memiliki akal adalah tanda orang yang beriman, jangan sampai kita gelap pikiran dan memandang masalah adalah penderitaan. Jika kita tidak bisa dan tak mampu, berarti kita menyerah, jika kita menyerah, berarti kita sendiri yang menutup jalan.

Allah SWT itu sangat dekat dan pertolongan pasti datang, dan Allah SWT akan menolong hamba-Nya yang selalu berusaha. Segala sesuatu akan terasa mudah jika anda bersabar dan berusaha dalam menjalaninya. Setiap masalah akan ada jalan keluarnya.

Al Qur`an menegaskan kepada kita dalam surah Al Insyirah ayat: 5 – 6

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا, إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا

“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”

Allah SWT itu Ar-razaq, Ar-rahman danAr-rahim, Allah SWT selalu memberikan rezeki-Nya dan memberikan kasih sayang terhadap hamba-Nya. Allah SWT yang menciptakan segala sesuatu dan Allah SWT yang memelihara segala sesuatu. Kita selalu dalam pemeliharaan dan kasih sayang-Nya. Maka baiknya akan selalu berusaha untuk menjalani hari-hari kita menjadi hamba-Nya yang terbaik.

Beribadah dengan sungguh-sungguh dan meraih sesuatu dengan sungguh-sungguh. Tentu kita menjadi hamba yang di cintai-Nya. Allah SWT akan memberikan kemudahan kepada kita, dan rezeki yang baik kepada kita. Allah SWT begitu menyayangi kita, maka kita tidak pantas berputus asa dari rahmat-Nya.

Kasih sayang Allah SWT itu luas, dengan kesungguhan kita menjadi hamba-Nya yang sabar dan yakin bahwa Allah SWT selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita. Jika kita menjadi peribadi yang selalu berpikir baik, maka kemudahan akan selalu menghampiri kita. Allah SWT selalu memberikan rezeki dan memberikan kemudahan kepada kita.

Al Qur`an menegaskan kepada kita dalam surah Ath-Thalaq ayat 2 – 3 :

… وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا,

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا

“Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rizki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya”

Adinata Rusmen Idris, S.Sos.I., M.Pd

Dosen