DUA KABAR GEMBIRA DARI RASULULLAH UNTUK MUKMIN YANG BERPUASA DI BULAN RAMADHAN

Kaprodi FAI Unikarta Mukmin

FAIUNIKARTA.AC.IDEmpat belas abad lampau, Rasulullah Saw telah menyampaikan kabar gembira bagi umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadan.

Hal ini disampaikan Ketua Program Studi (Kaprodi) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Mukmin, dalam Kuliah Tujuh Menit (Kultum) pada hari kedua bulan suci Ramadan 1443 Hijriah, yang mengangkat tema Kegembiraan Bagi Orang yang Berpuasa.

Kata dia, kabar gembira tersebut meliputi: pertama, orang yang berpuasa akan mendapat kebahagiaan ketika berbuka puasa.

Pasalnya, setiap orang yang berpuasa harus menahan hawa nafsu, menahan lapar, haus dan dahaga selama sekira 13 jam untuk mendapat keridhoan Allah Swt di bulan suci Ramadan.

Jika bukan karena landasan iman, maka orang yang berpuasa tidak akan bisa melaksanakan ibadah puasa sesuai perintah Allah Swt.

Namun, pada akhirnya ketika beduk mulai dibunyikan, adzan sudah berkumandang, pada saat itu, detik itu pula, orang-orang yang berpuasa akan bergembira.

“Hadir keceriaan di dalam dirinya dan ungkapan pertama yang diucapkan adalah syukur alhamdulillah,” jelas Mukmin.

Kedua, Rasulullah Saw telah memberikan informasi bahwa pada bulan ini terdapat kemuliaan di dalamnya, maghfirah, dan malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Rasulullah Saw sangat menekankan kepada umat Islam bahwa pada bulan yang suci ini setiap mukmin diwajibkan beribadah kepada Allah, dianjurkan membaca Alquran, berzikir, dan memperbanyak salawat.

Mukmin menekankan, hidup di dunia ini hanya sementara. Sekejap mata. Setiap orang akan menghadap Ilahi.

Karena itu, pada kesempatan bulan suci Ramadan 1443 Hijriah ini, dia mengajak umat Islam memanfaatkan momentum ini dengan sebaik-baiknya.

“Hingga kelak kita menghadap kepada Allah, kita akan hadir dalam kegembiraan dan keceriaan karena kita sudah mendulang apa yang sudah kita lakukan pada bulan suci Ramadan,” terangnya.

Ia mengatakan, pada bulan suci ini pula, semua amal akan dilipatgandakan oleh Allah Swt. Setiap hembusan nafas dan denyutan nadi pun dihitung sebagai amal ibadah di sisi Allah Swt.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah menyebutkan bahwa barang siapa yang berpuasa dengan penuh keimanan dan penuh pengharapan kepada Allah Swt, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang lalu.

Maka dari itu, sebagai muhasabah, kata Mukmin, bisa jadi Ramadan tahun ini adalah Ramadan terakhir, sehingga patut dimanfaatkan sebagai momentum pembuka pintu-pintu keberkahan.

Dia mengajak setiap muslim mengharap keberkahan dan ampunan dari Allah Swt agar selamat di dunia dan akhirat.

Ia pun berpesan kepada umat Islam agar memanfaatkan bulan yang mulia ini tidak berlalu sia-sia sehingga mendapatkan ampunan dari Allah Swt.

“Kami atas nama pribadi dan atas nama lembaga FAI Unikarta Tenggarong mengucapkan selamat menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. Semoga bermanfaat bagi kita semua,” tutupnya. (*)

 

Link: Beritaalternatif.com

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.